JAWA TENGAH — Kontingen Indonesia menambah satu medali perak dari cabang E-Sport nomor Pokemon Unite di Asian Games 2026. Tambahan itu belum mengubah posisi Merah Putih yang tetap menempati peringkat ke-14 klasemen medali hingga Minggu (27/9) pukul 18.00 WIB.
Tim E-Sport Indonesia harus puas finis sebagai runner-up setelah kalah dari tuan rumah Jepang di babak final nomor Pokemon Unite. Kekalahan itu membuat Indonesia mengunci satu perak tambahan, meski posisi di papan klasemen tidak beranjak dari peringkat ke-14.
Dua medali emas Indonesia dipersembahkan cabang bulu tangkis nomor beregu putra dan angkat besi nomor 75 kilogram putra. Keduanya menjadi tumpuan utama kontingen Merah Putih sejauh ini.
Dari sektor perak, dayung menyumbang dua medali, sementara teqball menambah satu perak. E-Sport melengkapi koleksi tersebut lewat nomor Pokemon Unite.
Kontingen Indonesia telah mengumpulkan 17 medali perunggu. Wushu menjadi penyumbang terbesar dengan lima perunggu, disusul sepaktakraw dua perunggu, karate dua perunggu, dan sepeda gunung dua perunggu.
Enam perunggu sisanya dibagi rata oleh cabang bulu tangkis, kano, mixed martial arts, soft tenis, teqball, dan angkat besi.
Dengan kompetisi yang masih berjalan, peluang Indonesia menambah pundi-pundi medali tetap terbuka. Cabang-cabang yang belum tuntas diharapkan bisa menambah emas agar posisi di klasemen ikut terdongkrak.
Hingga pukul 18.00 WIB, Indonesia masih tertahan di peringkat ke-14 dengan koleksi dua emas, tiga perak, dan 17 perunggu.