SEMARANG — Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Sih Rianung, menyatakan sumber api belum dapat dipastikan karena petugas masih berkonsentrasi pada penanganan di lokasi. Laporan yang diterima hanya menyebutkan kawasan tersebut sudah terbakar, dan tim langsung bergerak ke TPA Jatibarang.
"Kalau sumber apinya saya tidak tahu. Laporannya sudah terbakar dan kami bersama teman-teman segera ke sini," kata Sih Rianung di lokasi kebakaran, Rabu malam.
Sih Rianung menjelaskan keberadaan gas metana menjadi salah satu faktor yang membuat kobaran api terlihat membesar. Kondisi itu membuat proses pemadaman tidak bisa dilakukan secara menyeluruh dalam waktu singkat.
"Terbakarnya ada gas itu. Gas metana, seperti lidah api. Tidak mungkin segera kita padamkan, menunggu itu mengecil baru nanti kita telusuri," ujarnya.
Menurut Sih Rianung, gas metana memang memperbesar kobaran api di area timbunan sampah. Petugas mencermati kondisi tersebut karena bara yang belum benar-benar padam berpotensi memicu api kembali muncul.
"Gas metana itu memperbesar kebakaran api, iya," katanya.
Sebanyak tujuh armada Damkar Kota Semarang bersama sekitar 50 personel dikerahkan ke TPA Jatibarang. Dukungan kendaraan tangki dan personel dari sejumlah unsur turut dilibatkan untuk mempercepat penyediaan air serta proses pemadaman.
"Ini upaya kami melokalisir supaya tidak menyebar. Kami ada tujuh armada," kata Rianung.
Pemadaman total belum dapat dilakukan karena kondisi api dan gas metana masih cukup besar. Petugas untuk sementara difokuskan pada upaya pelokalisiran agar api tidak bergerak ke wilayah yang lebih luas.
"Untuk saat ini kami hanya bisa melokalisir. Kalau yang api besar belum," ujarnya.
Penyekatan dan pelokalisiran menjadi prioritas utama agar kobaran tidak semakin meluas ke bagian lain TPA Jatibarang. Penyisiran area terdampak baru bisa dilakukan setelah api dipastikan mengecil dan aman bagi petugas.
TPA Jatibarang sebelumnya juga pernah mengalami kebakaran serupa. Kawasan ini melayani pembuangan sampah harian warga Kota Semarang, sehingga timbunan material organik di dalamnya menghasilkan gas metana yang mudah terbakar.