Pencarian

Wali Kota Semarang Buka Mooncake Festival 2026 di Kelenteng Tay Kak Sie, Pertemukan Tradisi dan Teknologi di Pecinan

Jumat, 25 September 2026 • 12:16:02 WIB
Wali Kota Semarang Buka Mooncake Festival 2026 di Kelenteng Tay Kak Sie, Pertemukan Tradisi dan Teknologi di Pecinan
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti membuka Mooncake Festival 2026 di Kelenteng Tay Kak Sie, Semarang, Kamis (24/9/2026).

SEMARANG — Pembukaan Mooncake Festival 2026 menandai upaya menghidupkan kembali Pecinan Semarang sebagai ruang budaya yang tidak sekadar menyimpan cerita masa lalu. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyebut keberadaan budaya Tionghoa telah menjadi bagian dari perjalanan panjang Kota Semarang.

Agustina menekankan tradisi yang tumbuh di Pecinan perlu terus dirawat dan dikembangkan agar tetap relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Hal itu disampaikannya saat membuka festival di Kelenteng Tay Kak Sie, Semarang, Kamis (24/9/2026).

Agustina: Pecinan Titik Pertemuan Masa Lalu dan Masa Depan

Dalam sambutannya, Agustina menyebut Semarang tidak hanya berbicara tentang sesuatu yang kuno atau masa lalu. Ia memandang Pecinan sebagai jembatan yang menghubungkan berbagai zaman.

"Semarang ini tidak hanya bicara tentang sesuatu yang kuno, sesuatu yang di masa lalu. Tetapi ini adalah titik pertemuan antara masa lalu, masa kini, yang akan mendorong perahu kita maju menuju ke masa depan," ujar Agustina.

Menurutnya, kekuatan utama festival bukan hanya pada rangkaian acara. Momentum tersebut juga menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai kelompok masyarakat Tionghoa yang selama ini merayakan tradisi secara terpisah.

"Maka saya ingin hari ini kita bersama-sama menjadi satu," katanya.

Penataan Gang Baru dan Pasar Semawis Jadi Prioritas

Agustina menilai konsep kebersamaan tersebut dapat memperkuat posisi Pecinan sebagai kawasan budaya sekaligus destinasi wisata. Penataan kawasan Gang Baru dan pengembangan Pasar Semawis menjadi bagian dari upaya menghidupkan potensi tersebut.

Meski begitu, pengembangan kawasan tidak boleh menghilangkan karakter Pecinan. Aktivitas warga dan tradisi yang sudah tumbuh di kawasan itu harus tetap menjadi bagian dari wajah baru Pecinan.

"Kalau orang dulu melihat Pecinan sebagai kawasan yang kuno, tapi saya melihat sisi yang berbeda. Saya melihat ada keindahan, keakraban, keasyikan, dan gotong royong," tuturnya.

Pertunjukan Imersif Laksamana Cheng Ho Warnai Festival

Pendekatan berbeda juga terlihat dalam penyajian sejarah pada Mooncake Festival 2026. Panitia menghadirkan pertunjukan imersif yang mengangkat kisah dan sosok Laksamana Cheng Ho.

Melalui festival tersebut, kawasan Pecinan Semarang kembali hidup sebagai ruang budaya yang mempertemukan tradisi, teknologi, kuliner, UMKM, dan masyarakat lintas latar belakang.

Follow jatenglink.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritajateng.tv

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks