JAWA TENGAH — Toyota Motor Corporation menanamkan investasi US$1,34 miliar atau sekitar Rp24,06 triliun untuk membangun fasilitas produksi kendaraan listrik di Zarate, Provinsi Buenos Aires, Argentina. Nilai tersebut menjadi komitmen terbesar sepanjang sejarah industri otomotif Argentina. Pabrik ini diproyeksikan menyumbang ekspor hingga US$1,28 miliar per tahun karena 70 persen produksinya diarahkan ke pasar luar negeri.
Kepastian investasi itu disampaikan Menteri Ekonomi Argentina Luis Caputo, Rabu (30/9), mengutip Reuters. Proyek di kawasan Zarate tersebut sudah mengantongi persetujuan komite pemerintah yang mengevaluasi permohonan insentif investasi skala besar melalui skema RIGI (Regimen de Incentivo para Grandes Inversiones).
Toyota bukan pendatang baru di Zarate. Pabrikan asal Jepang itu sudah mengoperasikan pabrik di kawasan tersebut sejak 1997, memproduksi pikap Hilux dan SUV SW4. Pada 2024, Toyota menambah lini produksi van Hiace di fasilitas yang sama.
Fasilitas baru ini memperluas rekam jejak manufaktur Toyota di Argentina, yang sebelumnya terbatas pada kendaraan berbahan bakar konvensional. Belum ada keterangan resmi soal model apa yang akan dirakit di lini produksi kendaraan listrik tersebut.
Dampak ke tenaga kerja lokal menjadi salah satu poin yang ditekankan pemerintah Argentina. Tahap pembangunan fasilitas diperkirakan menyerap lebih dari 3.600 pekerja.
Saat pabrik beroperasi, Toyota membuka lebih dari 2.600 lapangan kerja langsung maupun tidak langsung. Angka itu belum termasuk efek berganda ke pemasok komponen dan jasa pendukung di sekitar Zarate.
Orientasi pabrik ini jelas ke pasar ekspor. Sekitar 70 persen dari total produksi ditujukan untuk memenuhi permintaan luar negeri, dengan nilai ekspor berpotensi mencapai US$1,28 miliar atau sekitar Rp22,98 triliun per tahun.
Komposisi itu menempatkan Argentina sebagai basis produksi untuk kawasan regional, bukan sekadar pemasok pasar domestik. Pemerintah Argentina berkepentingan menjaga nilai ekspor tetap tinggi di tengah tekanan inflasi dan pelemahan mata uang lokal.
Langkah Toyota sejalan dengan tren produsen otomotif global yang memperkuat investasi di kawasan Amerika Latin. Tujuannya membendung penetrasi dan persaingan ketat dari produsen mobil asal China di pasar global.
Renault lebih dulu mengumumkan rencana perakitan model pikap terbaru awal bulan ini, seluruhnya di pabriknya di Cordoba, Argentina utara. Dua langkah itu menunjukkan Argentina mulai dilirik sebagai titik produksi strategis, bukan cuma pasar penjualan.
Investasi sebesar ini menegaskan arah Toyota yang makin agresif di kendaraan listrik, meski detail produk masih tertutup. Bagi konsumen Indonesia, keputusan tersebut belum berdampak langsung pada lini model yang dipasarkan ATPM di sini.
Yang patut dicermati, pola ekspansi Toyota di Amerika Latin kerap menjadi acuan untuk pasar berkembang lain, termasuk Asia Tenggara. Jika fasilitas Zarate berjalan sesuai jadwal, bukan tidak mungkin skema produksi serupa dipertimbangkan untuk wilayah lain.