Pencarian

Industri Mobil Listrik Diminta Tak Terpusat di Jawa, DPR Usul Pabrik di Sumatera

Minggu, 13 September 2026 • 14:46:31 WIB
Industri Mobil Listrik Diminta Tak Terpusat di Jawa, DPR Usul Pabrik di Sumatera
Anggota DPR RI Bambang menyoroti aspek keselamatan pengangkutan mobil listrik melalui transportasi laut dalam forum rapat.

JAWA TENGAH — Dalam forum tersebut, Bambang menyambut baik langkah industrialisasi kendaraan listrik nasional. Namun ia menilai pengembangan itu belum lengkap tanpa memperhitungkan dua hal yang jarang dibahas: keselamatan pengangkutan dan sebaran lokasi pabrik.

Keselamatan Pengangkutan Mobil Listrik via Kapal Jadi Sorotan

Bambang menyoroti proses distribusi kendaraan listrik yang selama ini mengandalkan transportasi laut. Menurutnya, karakteristik kebakaran baterai pada kendaraan listrik punya tantangan penanganan tersendiri dibanding kendaraan bermesin pembakaran.

Ia menilai masyarakat belum mendapat informasi memadai soal potensi risiko tersebut.

"Hanya memang kami sampai sekarang belum pernah mendapatkan ataupun masyarakat belum pernah mendapatkan pengetahuan tentang bahayanya mobil listrik pada saat mereka menggunakan transportasi angkutan laut," ujar Bambang.

Pernyataan itu merujuk pada praktik pengiriman kendaraan listrik antarpulau yang kian meningkat seiring pertumbuhan populasi mobil listrik di Indonesia.

Kemenperin Diminta Susun Kajian Risiko Kebakaran

Bambang meminta Kementerian Perindustrian menyusun kajian lebih komprehensif soal aspek keselamatan kendaraan listrik. Permintaan itu muncul seiring peningkatan produksi dalam negeri yang berpotensi memperbesar volume distribusi lintas wilayah.

Ia menyoroti potensi kebakaran selama proses pengangkutan melalui kapal. Menurutnya, risiko itu perlu masuk hitungan dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.

"Sampai sekarang masih dilarang karena seringnya terjadi kebakaran pada saat angkutan itu sendiri dan bila terjadi kebakaran itu tidak bisa dipadamkan dan pasti habis termasuk kapalnya," katanya.

Kajian tersebut, menurut Bambang, penting agar pengembangan industri tidak hanya berorientasi pada kapasitas produksi, tetapi juga keamanan rantai distribusi.

Usulan Pabrik Mobil Listrik Dibangun di Sumatera

Selain isu keselamatan, Bambang menilai persebaran lokasi industri perlu jadi bagian strategi pengembangan industri nasional. Ia mengusulkan agar pabrik mobil dan motor listrik tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Menurutnya, industri di wilayah lain termasuk Sumatera dapat memangkas kebutuhan pengiriman kendaraan listrik melalui jalur laut untuk memenuhi permintaan regional.

"Kalau bisa industrinya itu disebar Pak, di Sumatera juga. Sehingga enggak perlu nyebrang pakai kapal," ujarnya.

Dengan pabrik yang lebih dekat ke pasar regional, biaya logistik dan risiko pengangkutan bisa ditekan. Usulan ini juga bersinggungan dengan rencana pemerintah memperluas basis industri otomotif ke luar Jawa.

TKDN 80 Persen Tetap Didukung

Di sisi lain, Bambang menegaskan dukungannya terhadap pengembangan industri kendaraan listrik nasional, termasuk target peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Menurutnya, TKDN yang tinggi membuat pertumbuhan industri kendaraan listrik turut memperkuat kapasitas manufaktur dalam negeri.

"Saya kira kami menyambut baik kalau TKDN-nya mencapai 80 persen. Yang ini yang kita harapkan," pungkas Bambang.

RDP Panja Komisi VII DPR RI ini menjadi salah satu forum yang membahas arah kebijakan ekosistem kendaraan listrik nasional, mencakup produksi, TKDN, hingga distribusi antarwilayah.

Follow jatenglink.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: listrikindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks