KUDUS — Musim penghujan di kawasan Pantura timur diperkirakan hanya berlangsung dua hingga empat bulan, jauh lebih pendek dibanding kemarau yang bisa mencapai 8-10 bulan. Kondisi itu membuat risiko gangguan kesehatan hingga gagal panen meningkat di tujuh kabupaten sekaligus.
Peringatan itu disampaikan pengamat lingkungan asal Kudus, Hendy Hendro, yang menilai El Nino memperparah durasi kemarau di wilayah tersebut.
Kemarau panjang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat. Sejumlah penyakit berpotensi meningkat, mulai infeksi saluran pernapasan, demam berdarah, diare, tifus, sakit mata, hingga dehidrasi.
Hendy menyebut risiko itu bisa ditekan lewat langkah sederhana. Warga dianjurkan memakai masker, memperbanyak minum air putih, menghindari kafein berlebihan, memberantas sarang nyamuk, dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
"Bila sakit, segera periksakan ke puskesmas," ujarnya.
Di sektor pertanian, kemarau panjang berisiko memicu gagal panen, penurunan produksi, dan lonjakan biaya produksi. Kebutuhan pompa air, perubahan kalender tanam, serta serangan hama dan penyakit tanaman menjadi persoalan yang harus diantisipasi.
Hendy menyarankan petani melakukan efisiensi penggunaan air melalui pompanisasi dan irigasi berselang. Budidaya perlu disesuaikan dengan memilih varietas tanaman tahan kering, menggunakan mulsa untuk mempertahankan kelembapan, dan menerapkan pengolahan tanah secara efisien.
"Pengawasan terhadap organisme pengganggu tanaman juga perlu dilakukan secara rutin. Agar serangan dapat diketahui sejak awal dan segera dikendalikan," bebernya.
Selain kesehatan dan pertanian, kemarau panjang berpotensi memicu krisis air bersih di permukiman warga. Risiko kebakaran juga meningkat seiring kondisi lingkungan yang kering.
Hendy menegaskan kewaspadaan menghadapi musim kering perlu ditingkatkan, terutama menjelang puncak kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus-September 2026.
"Untuk itu perlu adanya kewaspadaan menghadapi musim kering ini, apalagi puncaknya diprediksi terjadi pada Agustus-September 2026," kata Hendy.