SALATIGA — Rektor UKSW Prof. Intiyas Utami menyatakan komitmen beasiswa ini sebagai wujud tanggung jawab moral kampus dalam membangun Indonesia yang lebih adil dan sejahtera. "Ini sebagai wujud tanggung jawab moral kampus untuk ikut membangun Indonesia yang lebih adil, makmur, dan sejahtera," ujar Intiyas dalam rakornas tersebut.
Kolaborasi ini melibatkan kampus dari berbagai wilayah Indonesia, dari Sumatera hingga Nusa Tenggara. Berikut daftar lengkapnya:
Program beasiswa ini menyasar kader pemberdayaan masyarakat desa yang berperan langsung dalam mendampingi warga. Penguatan kapasitas mereka dinilai krusial untuk mendorong kemandirian dan peningkatan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.
Dengan SDM yang lebih kuat di tingkat desa, program pengentasan kemiskinan ekstrem diharapkan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menegaskan pemerintah mengharapkan sinergi aktif dari dunia kampus. Ia berharap perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Lebih dari itu, kampus diminta hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan nyata di tengah masyarakat. Arahan ini menjadi landasan bagi 12 perguruan tinggi yang bergabung dalam deklarasi tersebut.
Deklarasi di Salatiga menjadi titik awal komitmen 12 kampus untuk merealisasikan beasiswa bagi 2.792 kader pemberdayaan desa. Detail teknis pelaksanaan, termasuk mekanisme penyaluran dan jadwal penerimaan, belum diumumkan dalam rakornas tersebut.
Keberhasilan program ini akan bergantung pada koordinasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan kementerian terkait agar beasiswa tepat sasaran.