SLAWI — Musda VI FK-PKBM dihadiri jajaran pengelola PKBM dari berbagai wilayah se-Kabupaten Tegal. Agenda tahunan ini dirancang sebagai sarana evaluasi program kerja dan perumusan langkah strategis forum ke depan.
Dalam sambutan yang dibacakan Winarto, Bupati Tegal menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi utama pembangunan SDM unggul. Namun, jalur formal tidak selalu menjangkau seluruh elemen masyarakat.
Posisi PKBM disebut sebagai penyelenggara pendidikan nonformal yang membuka kesempatan belajar bagi warga di luar sistem sekolah. Melalui lembaga ini, warga bisa meningkatkan keterampilan dan memperbaiki kualitas hidup.
"Di sinilah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau PKBM memiliki peran strategis sebagai penyelenggara pendidikan nonformal yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk terus belajar, meningkatkan keterampilan, serta memperbaiki kualitas hidupnya," ujar Winarto menyampaikan amanat Bupati Tegal.
Pemkab Tegal meminta seluruh PKBM konsisten menaikkan standar layanan. Pengelola lembaga diimbau menghadirkan program pelatihan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Target penguatan pendidikan nonformal tidak bisa dicapai sendirian. Pemkab Tegal menekankan perlunya kolaborasi antara pengelola PKBM, pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan pemangku kepentingan lain.
"Diperlukan sinergi antara pengelola PKBM, pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan seluruh pemangku kepentingan agar pendidikan nonformal benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tuturnya.
Melalui forum ini, pengelola PKBM se-Kabupaten Tegal mendapat ruang merumuskan langkah strategis bersama. Musda VI juga menjadi ajang menentukan struktur kepemimpinan organisasi yang baru secara demokratis.