SEMARANG — Ahmad Luthfi membuka Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 di Semarang, Minggu malam. Gubernur menyebut hotel dan UMKM di Kota Semarang kebanjiran selama gelaran pesta olahraga empat tahunan tersebut berlangsung.
Menurut Luthfi, dukungan dunia usaha menjadi kunci sukses penyelenggaraan. Ia menyampaikan apresiasi kepada pelaku usaha yang telah membantu kelancaran perhelatan akbar itu.
"Perputaran ekonomi meningkat. Hotel dan UMKM di Semarang kebanjiran," kata gubernur saat membuka Porprov Jawa Tengah 2026 di Semarang, Minggu malam.
Pernyataan itu menegaskan posisi Porprov bukan sekadar ajang olahraga. Gelaran ini turut menggerakkan sektor jasa, akomodasi, dan usaha mikro di kota tuan rumah.
Porprov XXVII digelar 25 hingga 31 Oktober 2026. Kontingen dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah mengirim total 7.999 atlet yang akan bertanding di 58 cabang olahraga.
Pesta olahraga ini tersebar di sejumlah gelanggang olahraga di Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Kendal. Penyebaran venue ke empat wilayah itu memperluas dampak ekonomi ke daerah penyangga, bukan hanya ibu kota provinsi.
Luthfi menilai Porprov juga menjadi ajang konsolidasi persatuan dan kesatuan Jawa Tengah. Ia berharap semangat olahraga mempererat persaudaraan antar daerah.
"Lewat olahraga, tumbuh kembangkan persatuan dan persaudaraan," ujarnya.
Gubernur meminta para atlet menjaga ego sektoral dan saling menghargai. Menurutnya, Porprov merupakan tontonan menarik bagi masyarakat sekaligus bagian dari investasi di dunia olahraga.
Klaim Luthfi soal perputaran ekonomi sejalan dengan pola gelaran multievent yang biasanya mendongkrak okupansi hotel dan belanja wisatawan. Namun dampak itu umumnya bersifat sementara, mengikuti durasi tujuh hari penyelenggaraan.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah belum memerinci besaran nilai perputaran ekonomi maupun jumlah kunjungan selama Porprov berlangsung. Data resmi soal dampak ekonomi diperkirakan menyusul setelah gelaran berakhir 31 Oktober 2026.
Bagi pelaku UMKM di Semarang, Salatiga, Demak, dan Kendal, pekan penyelenggaraan menjadi momentum penjualan. Sejumlah pedagang berharap efek ramai penonton dan kontingen bertahan hingga akhir pertandingan.