WONOGIRI — Persaingan masuk sekolah negeri favorit di Jawa Tengah tahun ini dipastikan lebih ketat. Dari total lulusan SMP dan sederajat yang mencapai 567.500 orang, pemerintah hanya menyediakan 231.399 kursi atau sekitar 40,77 persen. Artinya, lebih dari setengah calon siswa harus mencari alternatif ke sekolah swasta atau jalur lain.
Jadwal Ketat, Semua Proses Daring
Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sunarto, memastikan seluruh tahapan SPMB dilakukan secara online melalui laman resmi spmb.jatengprov.go.id. Proses dimulai dengan pembuatan akun pada 3 Juni 2026.
“Kegiatan ini (SPMB SMAN/SMKN) tahun ini akan dibuka pada 3 Juni 2026,” kata Sunarto dalam keterangan resmi.
Berikut jadwal lengkap yang wajib dicatat orang tua dan calon siswa:
- Pembuatan akun: 3–12 Juni 2026
- Verifikasi berkas dan aktivasi akun: 4–13 Juni 2026
- Pendaftaran dan perubahan pilihan sekolah: 15–18 Juni 2026
- Pengumuman hasil seleksi: 21 Juni 2026
- Awal tahun ajaran baru: 13 Juli 2026
Empat Jalur untuk SMA, Tiga Jalur untuk SMK
Untuk SMA Negeri, kuota terbesar diberikan pada jalur domisili sebesar minimal 33 persen. Jalur afirmasi mendapat minimal 32 persen, jalur prestasi minimal 30 persen, dan jalur mutasi maksimal 5 persen. Khusus jalur domisili, prioritas diberikan bagi kecamatan yang belum memiliki SMA Negeri atau desa tempat sekolah berdiri di atas tanah kas desa.
Sementara untuk SMK Negeri, seleksi prestasi menjadi jalur utama dengan kuota minimal 75 persen. Jalur afirmasi mendapat minimal 15 persen dan jalur domisili terdekat maksimal 10 persen. Perbedaan ini disesuaikan dengan karakter pendidikan vokasi yang lebih menekankan pada bakat dan keterampilan.
Posko dan Call Center Disiapkan untuk Antisipasi Kendala
Untuk mengantisipasi kendala teknis selama pendaftaran daring, Dinas Pendidikan Jateng bekerja sama dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Digital menyiapkan posko di 12 cabang dinas dan kantor pusat. “Kami juga menyediakan dari tingkat paling bawah, hingga satuan pendidikan ada posko SPMB di semua cabang dinas yang ada 12 kegiatan SPMB. Begitu juga, di kantor Dinas Pendidikan Jawa Tengah, kita sediakan posko termasuk call center,” jelas Sunarto.
SMANKO dan Program Kemitraan Gratis untuk Siswa Kurang Mampu
Selain jalur reguler, Pemprov Jateng kembali membuka program SMA Negeri Keberbakatan Olahraga (SMANKO) yang memiliki sistem seleksi terpisah di bawah Dinas Kepemudaan dan Olahraga. Dinas Pendidikan hanya mendukung dari sisi kurikulum dan tenaga pendidik.
Bagi calon siswa dari keluarga kurang mampu, tersedia Program Sekolah Kemitraan gratis yang melibatkan 139 SMA dan SMK swasta. Program ini menyediakan 5.004 kursi dengan bantuan Rp2 juta per siswa per tahun. “Ini program afirmasi yang diperuntukkan untuk calon murid, yang berasal dari keluarga kurang mampu kategori Desil 1 sampai dengan Desil 4 pada DTSEN,” terang Sunarto.
SMK Boarding dan Semi Boarding: 759 Kursi untuk Vokasi Unggulan
Jawa Tengah juga masih membuka pendaftaran untuk SMK boarding dan semi boarding. Tercatat tiga SMK boarding berada di Semarang, Pati, dan Purbalingga, serta 15 SMK semi boarding tersebar di berbagai wilayah. Total kuota mencapai 759 kursi. “Kita ada 18 sekolah baik SMK boarding dan semi boarding, dengan kuota 759 kursi,” imbuhnya.