SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan dua skema penanganan pasca jebolnya tanggul Sungai Plumbon di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Langkah darurat jangka pendek akan berjalan beriringan dengan rencana rehabilitasi struktural jangka panjang untuk mencegah banjir susulan.
Skema Darurat: Perbaikan Tanggul dan Evakuasi Warga
Penanganan jangka pendek difokuskan pada perbaikan darurat tanggul yang jebol. Tim dari dinas terkait dan BPBD Jateng telah diterjunkan ke lokasi untuk menutup celah tanggul menggunakan bronjong dan karung pasir.
Selain itu, warga di bantaran sungai yang rumahnya terendam banjir mulai dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Pemprov Jateng juga mendirikan posko darurat dan dapur umum untuk melayani kebutuhan dasar warga terdampak.
Rencana Jangka Panjang: Normalisasi Sungai hingga Pembangunan Infrastruktur Beton
Untuk solusi permanen, Pemprov Jateng akan melakukan normalisasi Sungai Plumbon. Pengerukan sedimentasi dan pelebaran badan sungai menjadi prioritas agar kapasitas aliran air meningkat saat musim hujan.
Pembangunan tanggul beton (talud) juga masuk dalam rencana jangka panjang. Struktur ini dianggap lebih kuat dibanding tanggul tanah yang rawan jebol saat debit air tinggi.
Berapa Lama Proses Penanganan Berlangsung?
Pemerintah belum merinci secara pasti durasi penanganan darurat. Namun, perbaikan tanggul sementara ditargetkan rampung dalam beberapa hari ke depan agar akses warga dan aktivitas ekonomi bisa kembali normal.
Sementara untuk proyek jangka panjang, kajian teknis dan penganggaran masih dalam tahap awal. Pemprov Jateng berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana untuk memastikan desain bangunan pengendali banjir sesuai standar.
Dampak Jebolnya Tanggul bagi Warga Mangkang Kulon
Jebolnya tanggul menyebabkan banjir merendam pemukiman padat penduduk di Kelurahan Mangkang Kulon. Sejumlah warga terpaksa mengungsi dan menyelamatkan barang berharga ke tempat lebih tinggi.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Tengah menyebut bahwa tim masih melakukan pendataan jumlah rumah dan warga terdampak. Bantuan logistik seperti makanan, air bersih, dan selimut telah didistribusikan ke lokasi pengungsian.