SEMARANG — Keberhasilan Jawa Tengah menjaga pertumbuhan ekonomi di atas angka nasional dan menghidupkan program swasembada pangan menjadi perhatian pemerintah pusat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama jajaran OJK secara khusus memberikan apresiasi kepada Gubernur Ahmad Luthfi atas dua capaian tersebut.
Airlangga menilai strategi yang dijalankan Pemprov Jateng layak dijadikan contoh bagi daerah lain. Apresiasi itu disampaikan dalam forum koordinasi nasional di Jakarta, pekan lalu.
Strategi Pangan yang Jadi Acuan Nasional
Program swasembada pangan di Jawa Tengah dinilai tidak hanya berhasil meningkatkan produksi, tetapi juga menjaga stabilitas harga di tingkat petani. OJK menyebut sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan petani menjadi kunci utama keberhasilan tersebut.
“Ini menunjukkan bahwa sektor riil bisa tumbuh kuat jika ada kebijakan yang tepat dan kolaborasi lintas sektor,” ujar perwakilan OJK dalam kesempatan yang sama.
Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Tekanan Global
Capaian lain yang disorot adalah pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang konsisten berada di atas rata-rata nasional. Di tengah perlambatan ekonomi global, provinsi ini mampu mencatatkan angka positif berkat dorongan sektor pertanian dan UMKM.
Pemerintah pusat menilai kombinasi antara program pangan dan penguatan ekonomi lokal menjadi model yang efektif. Gubernur Ahmad Luthfi sendiri sebelumnya menargetkan agar pertumbuhan ekonomi bisa merata hingga ke tingkat desa.
Apa Dampaknya bagi Warga Jateng?
Bagi warga, keberhasilan ini berarti harga pangan lebih stabil dan lapangan kerja di sektor pertanian tetap terbuka. Program swasembada pangan juga menekan angka impor dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Ke depan, Pemprov Jateng diharapkan bisa mempertahankan momentum ini dengan memperluas akses pembiayaan bagi petani dan pelaku UMKM. Dukungan dari OJK dan kementerian terkait akan terus digulirkan untuk menjaga ritme pertumbuhan.