BREBES — Pasar Seng Makmur Bumiayu menjadi salah satu penopang pendapatan asli daerah Kabupaten Brebes dari sektor retribusi pasar. Sepanjang 2025, pasar ini menyetor Rp414 juta atau mencapai 90,87 persen dari target Rp456.120.000.
Target retribusi tahun depan pun naik signifikan. Untuk 2026, Pemkab Brebes memasang target Rp556.890.000. Sementara target retribusi parkir melonjak 124 persen menjadi Rp404.800.000 dibanding tahun sebelumnya.
Bangunan Belum Selesai, Pedagang Terbelah
Pasar yang mulai beroperasi sejak November 2022 ini belum sepenuhnya rampung. Sebagian pedagang masih berjualan di luar bangunan utama karena belum mendapat los di dalam.
Kondisi itu menimbulkan ketimpangan. Pembeli cenderung berbelanja di lapak luar yang lebih mudah dijangkau, sementara pedagang di dalam bangunan justru sepi pembeli.
"Kami berharap pemerintah kabupaten dapat memberikan perhatian lebih, terutama dalam penataan dan penyelesaian pembangunan pasar. Kalau semua pedagang sudah masuk ke dalam, pembeli pasti ikut masuk dan kami semua dapat kesempatan yang sama," kata Ipin, seorang pedagang di Pasar Seng.
Akses Angkot Hilang, Pengunjung Menyusut
Persoalan lain datang dari transportasi. Saat diresmikan, seluruh trayek angkutan umum diwajibkan masuk kawasan pasar. Namun kebijakan itu kini tidak lagi berjalan. Hampir tidak ada angkot yang masuk, sehingga pengunjung yang mengandalkan transportasi umum berkurang drastis.
Kepala Pasar Seng Makmur Bumiayu, Dwi Saputro, membenarkan kenaikan target retribusi 2026. Ia menyatakan pihaknya siap mengoptimalkan pengelolaan pasar dan pelayanan kepada pedagang maupun masyarakat.
"Berbagai upaya terus kami lakukan untuk mengoptimalkan pengelolaan pasar. Termasuk kelanjutan pembangunan Pasar Seng sudah kami usulkan," ujarnya.
Belum ada kepastian kapan pembangunan fisik pasar akan tuntas. Para pedagang berharap keluhan mereka segera ditindaklanjuti agar semua lapak bisa berfungsi dan pendapatan mereka merata.