JAWA TENGAH — Hasil analisis terkini BMKG menunjukkan pusat gempa berada di darat, sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, Sulawesi Tengah, dengan kedalaman dangkal 16 kilometer. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, dalam konferensi pers menyatakan gempa ini dipicu oleh pergerakan Sesar Sausu.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Sausu,” jelas Nelly.
Skala Guncangan Paling Kuat Terjadi di Sigi
Getaran dirasakan dengan skala intensitas bervariasi di sejumlah wilayah. Kabupaten Sigi menjadi area dengan guncangan paling kuat, mencapai skala VII MMI (Modified Mercalli Intensity). Artinya, guncangan mampu menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik.
Wilayah lainnya seperti Kota Palu, Parigi Utara, dan Poso merasakan guncangan pada skala VI MMI. Sementara itu, Parigi Moutong dan Banawa Selatan mencatat skala V MMI, serta Sindue, Balaesang, dan Masamba berada pada skala IV MMI.
Mekanisme Normal Fault dan Ratusan Data Guncangan
BMKG mengidentifikasi gempa utama memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault. Parameter terbaru menunjukkan gempa berkekuatan magnitudo 6,7, di