JAWA TENGAH — BMKG melaporkan gempa terjadi pada pukul 01.29 WIB dengan episenter terletak di koordinat 1,14 Lintang Selatan dan 120,33 Bujur Timur. Kedalaman lima kilometer membuat guncangan terasa cukup kuat di sekitar wilayah pusat gempa, meski magnitudonya lebih kecil dari gempa sebelumnya.
BMKG Pastikan Gempa Susulan dari Sesar Sausu
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno, menjelaskan gempa ini merupakan rangkaian dari aktivitas Sesar Sausu. “Gempa ini terjadi pada pukul 01.29 WIB dengan magnitudo 5,1 dan tidak berpotensi tsunami,” demikian keterangan resmi BMKG yang diterima di Jakarta, Rabu.
Gempa utama berkekuatan magnitudo 6,7 yang terjadi pada Selasa (16/6) siang telah memicu kepanikan dan kerusakan di sejumlah titik. BMKG mencatat pusat gempa utama berada di wilayah tenggara Kota Palu dengan mekanisme yang sama, yaitu pergerakan sesar geser.
Kerusakan Infrastruktur di Palu dan Sekitarnya
Dampak gempa utama magnitudo 6,7 telah terlihat di beberapa daerah. Di Kota Palu, Jembatan III dilaporkan mengalami keretakan. Sementara itu, di Kabupaten Sigi dan Parigi Moutong, sejumlah bangunan publik mengalami kerusakan, termasuk plafon yang runtuh di beberapa fasilitas umum.
Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa akibat gempa susulan dini hari tadi. Namun, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa bumi susulan yang mungkin masih terjadi mengingat energi seismik di kawasan Sesar Sausu masih aktif.
Warga Diimbau Jauhi Bangunan Retak
BMKG merekomendasikan warga yang tinggal di wilayah lereng atau perbukitan untuk mewaspadai potensi tanah longsor akibat guncangan. Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu tsunami yang tidak bertanggung jawab.
“Hasil pemodelan BMKG menunjukkan aktivitas tektonik tersebut tidak memicu potensi tsunami di wilayah pesisir Sulawesi Tengah,” tegas BMKG dalam pernyataannya.
Hingga berita ini diturunkan, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih melakukan pendataan lanjutan di lokasi terdampak. Pemerintah daerah diimbau segera mengevakuasi warga yang rumahnya mengalami kerusakan struktural berat.