SURAKARTA — Dua pemimpin dari satu trah yang sama duduk dalam satu prosesi sakral. Sinuhun Ingkang Sinuwun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono XIV Mangkubumi dan Sinuhun Ingkang Sinuwun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono XIV Purboyo sama-sama mengikuti rangkaian wilujengan Kirab Pusaka menyambut malam 1 Suro. Ini merupakan pertama kalinya kedua raja hadir dalam satu acara resmi keraton setelah masa-masa perbedaan internal.
Mengapa Kehadiran Dua Raja Ini Dianggap Istimewa?
Dalam tradisi Keraton Kasunanan Surakarta, wilujengan Malam 1 Suro merupakan ritual tahunan untuk menolak bala dan memohon keselamatan. Namun, tahun ini berbeda. Kehadiran dua raja yang masing-masing memiliki pengikut dan wilayah administratif berbeda menunjukkan adanya titik temu dalam pelestarian adat.
Prosesi berlangsung dari dalam kompleks keraton menuju beberapa titik yang dianggap keramat di sekitar Kota Solo. Pusaka-pusaka keraton dikirab dengan pengawalan ketat dari prajurit keraton dan aparat keamanan.
Jalannya Prosesi: Lancar dan Penuh Khidmat
Pantauan di lokasi, kedua raja duduk berdampingan dalam satu pendopo saat doa bersama dipanjatkan. Tidak ada insiden berarti selama rangkaian acara. Warga yang memadati tepi jalan juga tampak antusias menyaksikan iring-iringan pusaka.
“Wilujengan tahun ini terasa berbeda. Biasanya hanya dihadiri satu pemimpin, sekarang dua-duanya hadir. Ini pertanda baik untuk kerukunan,” ujar salah seorang sesepuh keraton yang enggan disebut namanya.
Dampak bagi Masyarakat dan Pariwisata Solo
Momen ini langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial dan grup-grup komunitas budaya Jawa. Banyak warga yang sengaja datang dari luar kota untuk menyaksikan langsung kebersamaan dua raja tersebut.
Pelaku UMKM di sekitar kawasan Keraton Kasunanan mengaku omzet mereka meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa. Para pedagang makanan, minuman, dan cendera mata khas Solo kebanjiran pembeli sejak sore hingga malam hari.
Apa Tindak Lanjut Setelah Momen Bersejarah Ini?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari kedua pihak keraton mengenai kemungkinan rekonsiliasi struktural lebih lanjut. Namun, masyarakat berharap kehadiran bersama ini menjadi pintu masuk untuk menyatukan kembali seluruh elemen Keraton Kasunanan Surakarta.
Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Kebudayaan juga mengapresiasi kelancaran acara. Pihaknya berencana mendokumentasikan momen ini sebagai bagian dari sejarah budaya kota.