Pencarian

Ketegangan Internal Warnai Kirab Malam 1 Sura Keraton Solo Sebelum Akhirnya Berlangsung Kondusif

Rabu, 17 Juni 2026 • 23:16:31 WIB
Ketegangan Internal Warnai Kirab Malam 1 Sura Keraton Solo Sebelum Akhirnya Berlangsung Kondusif
Ketegangan sempat terjadi saat prosesi miyos dalem di Keraton Solo sebelum berlangsung kondusif.

SOLO — Ketegangan terjadi menjelang prosesi miyos dalem atau keluarnya Sri Susuhunan Pakubuwono (PB) XIV dari Istana Solo. Pengageng Sasana Wilapa dari kubu PB XIV Purbaya, GKR Panembahan Timoer Rumbay, tampak menghalau rombongan PB XIV Mangkubumi (Hangabehi) untuk meninggalkan Sasana Parasdya.

Kedua kubu kemudian duduk saling membelakangi. Kubu PB XIV Purbaya menghadap ke barat, sementara kubu PB XIV Mangkubumi menghadap ke timur. Meski begitu, kedua belah pihak sama-sama menyatakan komitmen menjaga suasana tetap kondusif selama rangkaian peringatan Malam 1 Suro.

Tiga Kerbau Bule dan 14 Pusaka Jadi Iringan Utama

Pada ritual kali ini, Keraton Solo mengeluarkan tiga ekor kerbau (kebo) bule albino keturunan Kiai Slamet yang bertindak sebagai cucuk lampah atau pembuka jalan di barisan utama. Selain itu, sebanyak 14 pusaka dalem berupa keris dan tombak turut diarak mengitari kawasan cagar budaya dan jalan-jalan protokol Kota Solo.

Tepat pukul 00.00 WIB, iring-iringan kirab resmi dilepas oleh Sri Susuhunan Pakubuwono XIV Mangkubumi dari pelataran Sasana Sewaka menuju Kori Kamandungan. Rombongan yang menjalani ritual laku bisu ini bergerak menyusuri rute sepanjang kurang lebih 7 kilometer.

Rute tersebut dimulai dari Gladag, Jalan Mayor Kusmanto, Jalan Kapten Mulyadi, Jalan Veteran, Jalan Yos Sudarso, melintasi Jalan Slamet Riyadi, hingga akhirnya kembali masuk ke kompleks keraton pada pukul 03.00 WIB.

Pihak Keraton: Seluruh Rangkaian Aman Tanpa Kendala

Pelaksana Pelestarian, Pengembangan, dan Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Solo, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, mengonfirmasi bahwa seluruh rangkaian upacara pusaka malam itu terselenggara tanpa kendala berarti hingga garis akhir.

“Sudah selesai semuanya, aman. Sudah baik semuanya. Kita doakan saja semuanya berjalan sesuai dengan rencana kita ke depan,” ujar Tedjowulan saat ditemui usai prosesi kirab, Rabu (17/6) dini hari.

Senada, Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi, menyatakan rasa syukurnya atas kelancaran acara. Ia sekaligus mengajak seluruh masyarakat yang hadir memanfaatkan momentum Malam 1 Suro sebagai sarana berefleksi dan memanjatkan doa terbaik.

“Alhamdulillah berjalan dengan baik dan khidmat. Saya pesankan kepada semua untuk senantiasa berdoa bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, serta bangsa dan negara. Mudah-mudahan kebaikan malam ini juga memantul ke keraton, sehingga suasana yang bagus ini bisa terus kita pertahankan ke depan,” pungkas Eddy.

Bagikan
Sumber: jatengpos.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks