JAWA TENGAH — Wali murid tersebut menyampaikan keluhannya ihwal pembatas keamanan di area belajar anak-anak yang dinilai belum memadai. "Kami minta bantuan pagar sekolah karena kami di sini masih pakai kayu damar, bambu, pagar sekolah," ujar wali murid tersebut kepada Wapres, seperti dilansir Antara.
Respons Wapres: Masuk Program Revitalisasi Sekolah
Menanggapi permintaan itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memastikan kebutuhan sekolah di wilayah tersebut akan menjadi bagian dari program revitalisasi sekolah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Wapres menambahkan, pihaknya akan memasukkan usulan sekolah tersebut ke dalam agenda pembangunan nasional.
Keterbatasan Infrastruktur di SMP Negeri 1 Ndona
Sebelumnya, dalam kunjungan yang sama, Wapres juga meninjau SMP Negeri 1 Ndona. Sekolah tersebut dilaporkan masih menghadapi berbagai keterbatasan infrastruktur yang cukup mendasar. Beberapa di antaranya adalah kesulitan mengakses jaringan seluler dan internet, ketersediaan air bersih, pagar sekolah, hingga sarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Kondisi ini menggambarkan tantangan pemerataan infrastruktur pendidikan yang masih dihadapi di wilayah timur Indonesia. Pagar bambu yang menjadi pembatas sekolah bukan hanya soal estetika, tetapi menyangkut faktor keamanan dan kenyamanan siswa selama proses belajar mengajar. Ketiadaan akses internet dan air bersih juga menjadi hambatan serius dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Janji Revitalisasi dan Tindak Lanjut
Pernyataan Wapres Gibran memberikan harapan baru bagi wali murid dan pihak sekolah di Ende. Program revitalisasi sekolah yang disebut-sebut merupakan inisiatif Presiden Prabowo diharapkan mampu menjawab kebutuhan mendesak akan infrastruktur pendidikan yang layak. Belum ada rincian lebih lanjut mengenai jadwal pelaksanaan dan besaran anggaran yang akan dialokasikan untuk perbaikan sekolah-sekolah di NTT ini. Pemerintah daerah setempat diperkirakan akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memprioritaskan usulan tersebut dalam perencanaan pembangunan ke depan.