Pencarian

Pengacara Solo Sebut Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa Tengah Bentuk Ketidakadilan, Langgar Sila Pancasila

Senin, 22 Juni 2026 • 17:02:31 WIB
Pengacara Solo Sebut Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa Tengah Bentuk Ketidakadilan, Langgar Sila Pancasila
Pengacara Solo kritik pemadaman listrik bergilir di Jawa Tengah sebagai bentuk ketidakadilan.

SURAKARTA — Kritik keras terhadap kebijakan pemadaman listrik bergilir di Jawa Tengah disampaikan oleh pengacara asal Solo, Brm Kusumo Putro. Ia menyebut kebijakan yang diterapkan dalam beberapa pekan terakhir ini sebagai bentuk ketidakadilan yang sistematis terhadap masyarakat.

"Pemadaman ini merugikan dan bertentangan dengan sila ke-2 serta ke-5 Pancasila," ujar Kusumo dalam pernyataannya, Senin (22/7). Ia menekankan bahwa hak warga untuk mendapatkan pelayanan dasar dari negara, termasuk listrik, telah diabaikan.

Dampak Ekonomi yang Tak Terlihat di Permukaan

Menurut Kusumo, dampak pemadaman tidak hanya dirasakan oleh rumah tangga, tetapi juga oleh pelaku UMKM dan usaha kecil di Solo Raya. Banyak warung, bengkel, hingga produsen makanan rumahan yang terpaksa menghentikan produksi saat listrik padam.

"Kerugian ekonomi ini tidak bisa dihitung hanya dari nominal. Ada rantai pasok yang putus, ada pesanan yang batal, dan ada kepercayaan konsumen yang hilang," tambahnya.

Mengacu pada Sila Kedua dan Kelima Pancasila

Kusumo merinci bahwa sila ke-2, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, menuntut negara untuk memperlakukan seluruh warga secara setara dalam akses terhadap energi. Sementara sila ke-5, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, menuntut distribusi beban yang merata dalam situasi krisis.

"Jika ada daerah yang harus dipadamkan, seharusnya bebannya tidak ditanggung oleh kelompok yang sama secara terus-menerus. Itu tidak adil," tegasnya.

Pemkot dan PLN Diminta Cari Solusi Konkret

Pengacara yang juga dikenal sebagai aktivis masyarakat ini mendesak Pemerintah Kota Surakarta dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk duduk bersama mencari solusi. Ia menilai komunikasi yang buruk antara operator listrik dan pemerintah daerah memperparah keresahan warga.

"Jangan hanya memberi pengumuman di menit-menit terakhir. Masyarakat butuh kepastian dan jadwal yang jelas. Ini soal harga diri warga negara," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah maupun Pemkot Surakarta terkait kritik tersebut. Warga di sejumlah kelurahan di Solo masih melaporkan pemadaman yang terjadi secara mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Bagikan
Sumber: radarsolo.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks