BATANG — Ruang ibadah yang layak menjadi salah satu faktor penting dalam proses pembinaan warga binaan di Lapas Kelas IIB Batang. Hal ini yang mendorong BRI Cabang Batang untuk merenovasi Masjid At-Taubah yang berada di dalam kompleks lapas tersebut.
Bantuan ini disalurkan melalui program TJSL BRI Peduli. Pimpinan Cabang BRI Batang, Maradong Enrico William, menegaskan bahwa kepedulian perusahaan tidak hanya terbatas pada nasabah, tetapi juga kepada masyarakat yang sedang menjalani masa pembinaan.
Pembinaan Spiritual sebagai Bekal Kembali ke Masyarakat
"BRI tidak hanya hadir sebagai lembaga keuangan yang melayani nasabah. Kami juga ingin berkontribusi bagi masyarakat melalui program sosial yang berdampak nyata, termasuk mendukung pembinaan warga binaan agar memiliki bekal moral dan spiritual yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat," kata Maradong dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).
Menurut Maradong, masjid bukan sekadar tempat salat. Fungsinya lebih luas sebagai pusat pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai kehidupan bagi warga binaan. Dengan lingkungan ibadah yang nyaman, kegiatan keagamaan di dalam lapas diharapkan bisa berjalan lebih optimal.
Apresiasi dari Kepala Lapas Batang
Kegiatan serah terima bantuan dihadiri jajaran Lapas Batang serta perwakilan BRI Regional Office Semarang dan manajemen BRI Cabang Batang. Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang diikuti seluruh peserta dengan khidmat.
Kepala Lapas Kelas IIB Batang, Hamdan, menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan BRI. Ia menilai bantuan renovasi masjid ini memiliki arti penting bagi proses pembinaan warga binaan yang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
Program TJSL BRI Peduli sendiri merupakan komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Di Batang, bantuan kali ini menyasar kelompok yang kerap luput dari perhatian publik, yaitu warga binaan yang tengah menjalani masa pidana.