Pencarian

Warga Jogonalan Klaten Keluhkan Tenggorokan Gatal dan Batuk, Pemdes Prawatan Tarik Semua MinyaKita Bau Minyak Tanah

Kamis, 25 Juni 2026 • 17:41:31 WIB
Warga Jogonalan Klaten Keluhkan Tenggorokan Gatal dan Batuk, Pemdes Prawatan Tarik Semua MinyaKita Bau Minyak Tanah
Warga Jogonalan Klaten mengeluhkan tenggorokan gatal dan batuk setelah menggunakan minyak goreng MinyaKita.

KLATEN — Penarikan dilakukan secara menyeluruh, termasuk terhadap sisa minyak yang sudah digunakan dan dipindahkan ke wadah lain oleh warga. Langkah ini diambil Pemdes Prawatan untuk menghindari risiko kesehatan yang lebih luas di tengah masyarakat.

Keluhan Warga Muncul Setelah Konsumsi MinyaKita

Keluhan pertama kali muncul setelah beberapa warga melaporkan rasa tidak nyaman di tenggorokan dan batuk-batuk. Mereka menduga hal itu dipicu oleh bau minyak tanah yang menyengat dari minyak goreng bermerek MinyaKita yang mereka beli.

Bau mencurigakan itu langsung dikenali saat minyak digunakan untuk memasak. Warga yang sudah terlanjur mengonsumsinya kemudian merasakan iritasi pada saluran pernapasan.

Pemdes Tarik Minyak yang Sudah Dipindahkan ke Wadah Lain

Pemdes Prawatan tidak hanya menarik paket MinyaKita yang masih tersegel. Mereka juga meminta warga mengembalikan sisa minyak yang sudah dipindahkan ke botol atau jeriken, termasuk minyak yang sudah dipakai sebagian.

Langkah ini dinilai perlu karena bau minyak tanah pada produk tersebut tidak hilang meskipun sudah dipanaskan atau dicampur bahan lain. Pemdes khawatir penggunaan lanjutan bisa memperparah keluhan kesehatan warga.

Warga Diminta Tidak Mengonsumsi Minyak Bermasalah

Pemdes Prawatan mengimbau warga yang masih memiliki stok MinyaKita untuk tidak menggunakannya terlebih dahulu. Warga yang sudah membeli produk tersebut diminta melapor ke perangkat desa setempat agar bisa ditukar atau ditarik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan warga yang harus dilarikan ke puskesmas atau rumah sakit akibat konsumsi minyak tersebut. Namun, Pemdes tetap waspada dan memantau kondisi kesehatan warga di lima dukuh yang menjadi wilayah penyaluran.

Produk MinyaKita Diduga Terkontaminasi Sebelum Sampai ke Konsumen

Bau minyak tanah pada produk MinyaKita kemasan diduga berasal dari kontaminasi selama proses produksi atau distribusi. Minyak tanah biasanya digunakan sebagai pelarut atau pembersih di pabrik, dan sisa residu bisa tercampur jika proses pembersihan tangki tidak maksimal.

Pemdes Prawatan belum menerima penjelasan resmi dari distributor atau produsen MinyaKita mengenai penyebab bau menyengat tersebut. Pemerintah desa berencana melaporkan temuan ini ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Klaten untuk penelusuran lebih lanjut.

Penarikan ini menjadi peringatan bagi warga di desa lain untuk lebih teliti sebelum membeli dan menggunakan MinyaKita. Jika menemukan bau atau warna yang tidak biasa, warga diminta segera melapor ke perangkat desa atau dinas terkait.

Bagikan
Sumber: radarsolo.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks