SEMARANG — Sebanyak 73 anak yatim hadir langsung di Convention Hall MAJT untuk menerima santunan secara simbolis. Mereka berasal dari berbagai wilayah Kota Semarang, terutama di sekitar kawasan masjid, serta dari Kabupaten Demak dan Kudus.
Kegiatan ini digelar oleh Pimpinan Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (PP MAJT) bersama Baznas RI, Baznas Provinsi Jawa Tengah, dan LAZ MAJT. Total donasi yang berhasil dihimpun dari para donatur mencapai Rp 225 juta, ditambah kontribusi stimulus dari MAJT sebesar Rp 30 juta.
Semangat Hijriah untuk Generasi Qur'ani
Mengusung tema "Dengan Semangat Hijriah, Kita Hantarkan Anak Yatim Menjadi Generasi Qur'ani Menuju Indonesia Emas", santunan ini diharapkan menjadi penyemangat bagi anak-anak yatim untuk terus belajar dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an. MAJT menegaskan kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah, dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat.
Selain santunan, acara juga disiarkan langsung melalui MAJT TV. Masyarakat diajak untuk terus berpartisipasi dalam program infaq dan donasi guna mendukung berbagai kegiatan kemaslahatan.
Mahasiswa UIN Sunan Kudus Jadi Observer
Kegiatan ini turut diikuti oleh mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Terintegrasi Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Program Studi Manajemen Dakwah UIN Sunan Kudus. Mereka bertindak sebagai observer dan memperoleh pengalaman langsung mengenai tata kelola kegiatan sosial berskala besar, termasuk pemanfaatan media digital dalam syiar dakwah.
Kolaborasi antara PP MAJT, Baznas RI, Baznas Provinsi Jawa Tengah, LAZ MAJT, dan para donatur diharapkan mampu memberikan manfaat nyata. MAJT berharap santunan ini menjadi motivasi bagi para penerima untuk tumbuh sebagai generasi Qur'ani yang berkarakter dan berdaya saing menuju Indonesia Emas.