SOLO — Dua orang tamu hotel di kawasan Kerten, Solo, harus merasakan pengalaman mencekam setelah lift yang mereka tumpangi macet di tengah perjalanan. Keduanya adalah seorang ayah dan anak laki-lakinya yang berhasil dievakuasi oleh Tim Damkar Kota Solo tanpa mengalami cedera.
Insiden ini dilaporkan ke pihak Damkar sekitar pukul 09.00 WIB. Personel dari Regu Rescue D Damkar Kota Solo bersama tim dari Kota Barat langsung dikerahkan ke lokasi. Proses evakuasi berlangsung cepat dan tuntas dalam waktu kurang dari setengah jam sejak laporan diterima.
Lift Berhenti di Lantai 2, Petugas Paksa Buka Pintu
Kepala Regu Rescue D Damkar Kota Solo, Hudyono, menjelaskan bahwa lift mengalami kendala teknis saat sedang bergerak turun. Lift tersebut akhirnya berhenti di antara lantai, tepatnya di lantai 2 hotel.
"Bapak dan anak masuk ke lift, itu macet di tengah dan berhenti di lantai 2," ujarnya saat dihubungi awak media.
Setibanya di lokasi, petugas langsung menjalin komunikasi dengan korban yang masih berada di dalam lift. Langkah pertama yang dilakukan adalah menenangkan kedua korban dan memastikan kondisi pernapasan mereka.
"Yang jelas kan kita datang, posisi korban sudah di dalam. Kita coba komunikasi, ajak komunikasi, kita suruh tenang, dan kita tanya apakah ada gangguan pernapasan. Mereka jawab aman, aman, aman, langsung pintu lift kita bongkar gitu aja," beber Hudyono.
Alat Hidrolis Ogura Digunakan untuk Pembongkaran
Dalam kondisi darurat, petugas memutuskan untuk melakukan pembongkaran paksa pada pintu lift. Alat penyelamatan khusus bernama Ogura, yang merupakan alat hidrolis, digunakan untuk membuka pintu yang macet.
"Kita pakai alat hidrolis, Ogura namanya. Jadi kita paksa buka pakai hidrolis," katanya.
Setelah berjibaku selama sekitar 10 menit, petugas akhirnya berhasil membuka pintu lift dan mengeluarkan kedua korban. Keduanya ditemukan dalam kondisi sehat tanpa luka sedikit pun. Menariknya, anak laki-laki tersebut tidak sempat menangis selama proses evakuasi berlangsung.
"Korban bisa terselamatkan, tak ada luka, aman semua. Anaknya cowok, nggak sempat menangis," pungkas Hudyono.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pengelola hotel di Solo untuk rutin melakukan pengecekan dan perawatan berkala terhadap fasilitas lift guna mencegah insiden serupa terulang kembali.