SOLO — Puluhan anak yatim dan piatu dari Solo Raya mendapat kesempatan langka menjadi "petugas damkar" selama satu hari. Mereka diajak mengenal langsung tugas berat dan mulia para pemadam kebakaran di Mako Damkar Jebres, Solo, dalam kegiatan bertajuk One Day as a Hero.
Momen ini berlangsung di tengah peringatan bulan Muharram. Anak-anak tidak hanya diajak berkeliling markas, tetapi juga mencoba langsung berbagai peralatan pemadam kebakaran, dari selang air hingga mobil damkar.
Anak-Anak Diajak Simulasi Pemadaman Api
Suasana riang dan antusias terlihat saat anak-anak bergantian menyemprotkan air menggunakan selang damkar. Mereka juga mendapat pengarahan langsung dari petugas tentang cara memadamkan api dan prosedur evakuasi saat kebakaran terjadi.
"Senang banget bisa naik mobil damkar dan nyemprot air kayak di film," ujar salah satu peserta. Kegiatan ini sengaja dirancang untuk memberikan pengalaman edukatif sekaligus menghibur anak-anak yatim di bulan Muharram.
Kolaborasi Tiga Lembaga Sosial di Solo Raya
Program ini merupakan hasil kerja sama Yayasan Sahabat Beramal Bersama (Beramalbersama.com), Temani Hati (temanihati.com), dan Relawan Penggerak Kebaikan (RPK) Solo. Ketiga lembaga ini rutin menggelar kegiatan sosial untuk anak yatim di wilayah Solo Raya setiap tahun.
Menurut panitia, pemilihan tema petugas damkar bukan tanpa alasan. Profesi ini dinilai dekat dengan keseharian anak-anak dan memiliki nilai kepahlawanan yang bisa diteladani.
"Kami ingin anak-anak tidak hanya menerima santunan, tapi juga mendapat pengalaman berharga dan inspirasi tentang keberanian serta pengabdian," kata perwakilan panitia dari RPK Solo.
Muharram Jadi Momen Berbagi dan Edukasi
Bulan Muharram memang kerap diisi dengan kegiatan santunan anak yatim di berbagai daerah. Namun, panitia sengaja mengkreasikan acara agar lebih interaktif dan meninggalkan kesan mendalam bagi peserta.
Selain simulasi pemadaman, anak-anak juga mendapat bingkisan dan makan siang bersama di markas damkar. Mereka pulang dengan membawa pengalaman baru yang mungkin tidak akan terlupakan.
Kegiatan serupa direncanakan akan kembali digelar pada tahun-tahun mendatang dengan tema yang berbeda, agar anak-anak yatim di Solo Raya terus mendapat perhatian dan pengalaman positif dari berbagai pihak.