UNGARAN TIMUR — Proyek senilai Rp2 triliun yang dibangun di atas lahan seluas 371 hektare itu kini hanya menyisakan bangunan terbengkalai. Salah satu fasilitas yang sempat dibangun, skate park, disebut telah mencapai progres 95 persen sebelum akhirnya rusak dan ditumbuhi rumput liar.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan pemerintah tidak akan membiarkan aset strategis tersebut tanpa kejelasan pengembangan. Pemprov akan memulai tahap awal dengan asesmen.
Asesmen Awal Jadi Langkah Pertama Revitalisasi
"Kita lakukan asistensi dan revitalisasi terkait potensi ini, jadi berkembangnya wilayah, kita lihat, dan ini dari aset kita akan berjalan ke sana untuk melakukan revitalisasi," ujar Luthfi saat ditemui di Kantor Gubernur Jateng, Rabu (1/7/2026).
Menurut Luthfi, setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda sehingga pengembangan kawasan tidak bisa dilakukan dengan pendekatan seragam. Konsep revitalisasi akan disesuaikan dengan potensi lokal agar memberikan dampak ekonomi dan pariwisata yang lebih optimal.
"Memang di masing-masing daerah kan berbeda-beda. Contoh misalnya Kebumen, Geopark-nya sudah internasional," katanya.
Proyek yang Berhenti Sejak Pandemi
Proyek Jateng Valley pertama kali di-groundbreaking pada 15 Agustus 2020. Kawasan ini mengusung konsep wisata berbasis ekologi, leisure, dan kawasan futuristik. Namun, pembangunan tak kunjung rampung sejak saat itu.
Selama enam tahun mangkrak, sejumlah fasilitas yang sempat dibangun kini rusak. Kondisi kawasan kembali menjadi sorotan publik setelah foto-foto bangunan terbengkalai beredar di media sosial.
Pemprov Juga Garap Sejumlah Aset Wisata Lain
Selain Jateng Valley, Pemprov Jawa Tengah mulai memetakan sejumlah aset lain yang akan dikembangkan untuk memperkuat sektor pariwisata daerah. Beberapa di antaranya adalah Tahura Mangkunegoro, Kebun Raya Baturraden, hingga kawasan Gunung Mongkrang.
Sekretaris Daerah Jawa Tengah mengatakan pengembangan berbagai aset tersebut diarahkan untuk mendukung sektor pariwisata berkelanjutan dan ramah lingkungan.
"Inginnya nanti juga bisa support untuk pengembangan pariwisata di Jawa Tengah, tapi wisata yang mengedepankan masalah sustainable, masalah lingkungan," ujarnya.
Melalui revitalisasi ini, Pemprov Jawa Tengah berharap aset wisata strategis itu dapat kembali dikembangkan dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi serta pariwisata daerah.