PURWOREJO — Partai final kategori putra mempertemukan Genetis Kalinegoro dengan tim lokal Sidomukti dari Desa Sidomukti, Kecamatan Bener. Genetis Kalinegoro keluar sebagai juara pertama, sementara Sidomukti menempati posisi runner-up.
Kedungpucang Cup 2026 diikuti 48 tim, terdiri dari 32 tim putra dan 16 tim putri. Peserta tidak hanya datang dari Kabupaten Purworejo, tetapi juga dari Kabupaten Magelang, Kabupaten Kebumen, hingga Yogyakarta.
Lapangan Baru Bangkitkan Kompetisi yang Sempat Terhenti
Ketua Panitia Kedungpucang Cup 2026, Hermawan, menyebut turnamen ini kembali digelar setelah sempat terhenti beberapa waktu. Kehadiran lapangan baru menjadi momentum kebangkitan.
"Turnamen ini sebenarnya pernah terhenti beberapa saat. Alhamdulillah, dengan tempat dan lapangan yang baru, muncul semangat baru untuk mengadakan Kedungpucang Cup 2026," ujar Hermawan.
Lapangan voli baru milik Desa Kedungpucang menjadi lokasi seluruh pertandingan. Selama kurang lebih 20 hari, kompetisi berlangsung dengan sambutan warga yang tinggi.
1.500 Tiket Terjual di Malam Final
Antusiasme masyarakat terlihat pada pertandingan malam terakhir. Sekitar 1.500 tiket kategori VIP dan reguler disebut berhasil terjual.
Ketua KONI Kabupaten Purworejo, Muhammad Abdullah, menilai membludaknya penonton sebagai indikator bahwa bola voli sangat dekat dengan masyarakat. Setelah sepak bola, bola voli dinilai punya basis penggemar besar dan mampu menarik warga hadir langsung.
Abdullah memberikan apresiasi kepada seluruh pemain dan panitia, khususnya tim yang meraih juara. Ia berharap atlet muda dari kompetisi lokal seperti ini segera terpantau dan mendapat pembinaan serius.
Menurut Abdullah, turnamen semacam Kedungpucang Cup penting sebagai bagian dari proses pencarian bibit atlet potensial di Purworejo dan sekitarnya.