Pencarian

9 Hari Hilang di Anak Krakatau, Jurnalis Semarang Nyalakan Lilin Doakan 5 Rekan dan 3 Awak Kapal

Rabu, 16 September 2026 • 23:26:32 WIB
9 Hari Hilang di Anak Krakatau, Jurnalis Semarang Nyalakan Lilin Doakan 5 Rekan dan 3 Awak Kapal
Jurnalis di Semarang menggelar doa bersama untuk lima rekan jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat peliputan Anak Krakatau.

SEMARANG — Doa bersama digelar di kawasan Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan, Rabu (16/9/2026) malam. Kegiatan itu diikuti jurnalis foto, teks, dan video dari berbagai media yang berkumpul untuk mendoakan lima rekan jurnalis serta tiga awak kapal yang masih dalam pencarian.

Kelima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari LKBN ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas. Tiga awak kapal yang mendampingi mereka adalah Warta selaku nakhoda, Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu.

Berangkat dari Carita untuk Liputan Erupsi Anak Krakatau

Delapan orang itu berangkat menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026). Mereka menuju perairan Selat Sunda untuk menjalankan tugas peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Sejak keberangkatan itu, kontak dengan kedelapan orang tersebut terputus. Hingga Rabu malam, pencarian yang memasuki hari kesembilan belum membuahkan hasil.

AJI Semarang: Pencarian Jangan Dihentikan

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang, Aris Muliawan, menyebut doa bersama ini sebagai bentuk solidaritas jurnalis di Semarang. Ia berharap pemerintah dan seluruh pihak terkait terus melakukan pencarian.

"Hari ini kami jurnalis di Semarang dari berbagai media menggelar aksi doa bersama untuk kawan-kawan kita yang hilang kontak saat melakukan peliputan Anak Krakatau," kata Aris.

"Kami berharap dan berdoa semoga kawan-kawan kita segera ditemukan dan kami memohon kepada pemerintah, stakeholder maupun pihak terkait untuk terus mencari kawan kita sampai ketemu," ujarnya.

Lilin Harapan Simbol Optimisme Keluarga yang Menunggu

Sekretaris Pewarta Foto Indonesia (PFI) Semarang, Aprillio Akbar, mengatakan penyalaan lilin menjadi simbol harapan agar kelima jurnalis dan tiga awak kapal dapat kembali kepada keluarga.

"Sama dengan Ketua AJI Semarang bahwa hari ini kami dari jurnalis baik foto, teks, maupun video menggelar doa dan menyalakan lilin harapan sebagai bentuk solidaritas kami untuk terus optimis dan berharap bahwa teman-teman kami kelima jurnalis dan tiga awak kapal dapat ditemukan dalam kondisi selamat serta sehat dan kembali ke keluarga masing-masing," kata Aprillio.

Menurut Aprillio, para jurnalis di Semarang turut merasakan penantian yang dijalani keluarga dan rekan-rekan delapan orang tersebut sejak hilang kontak pada Senin (7/9/2026).

"Dan kami juga berharap pemerintah terus melakukan upaya pencarian semaksimal mungkin. Dan untuk keluarga dan teman-teman yang menunggu juga pastinya tidak akan henti-hentinya untuk berdoa untuk keselamatan dan kepulangan para jurnalis yang hilang kontak saat mengerjakan tugas jurnalistik," ujarnya.

Peringatan soal Keselamatan Peliputan di Wilayah Rawan Bencana

Koordinator KKJ Jateng-DIY, Raditya Mahendra Yasa, menyebut peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya keselamatan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Terutama ketika peliputan dilakukan di wilayah rawan bencana.

"KKJ Jateng dan DIY mengimbau jurnalis memahami kondisi lokasi, potensi bahaya, perkembangan cuaca, serta informasi dari otoritas sebelum berangkat. Redaksi juga didorong melakukan penilaian risiko dan menyiapkan komunikasi, jalur evakuasi, serta perlengkapan keselamatan," katanya.

Perusahaan media dinilai perlu memberikan pembekalan yang memadai, termasuk pelatihan peliputan kebencanaan, pertolongan pertama, dan survival apabila diperlukan.

"Keselamatan jurnalis harus menjadi pertimbangan utama dan peliputan tidak perlu dipaksakan demi mengejar informasi maupun gambar eksklusif," tegasnya.

Follow jatenglink.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: indoraya.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks