Pencarian

Pemkab Kebumen Salurkan 337 Tangki Air Bersih ke 46 Desa di 14 Kecamatan Selama Kemarau

Sabtu, 19 September 2026 • 07:16:01 WIB
Pemkab Kebumen Salurkan 337 Tangki Air Bersih ke 46 Desa di 14 Kecamatan Selama Kemarau

KEBUMEN — Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Kebumen memaksa pemerintah daerah menggelar operasi distribusi air bersih. BPBD Kebumen mencatat 337 tangki telah dikirim ke 46 desa yang tersebar di 14 kecamatan sejak awal Agustus 2026.

Desa Clapar di Kecamatan Karanggayam menjadi salah satu titik yang mendapat kunjungan langsung Bupati Lilis Nuryani, Jumat (18/9/2026). Warga di wilayah itu mulai kesulitan mendapatkan air seiring menyusutnya debit sumur dan sumber air setempat.

Empat Kali Sebulan, Tidak Dipungut Biaya

Penyaluran air dilakukan secara berkala menyesuaikan kebutuhan tiap wilayah. Lilis menyebut frekuensi pengiriman mencapai empat kali dalam sebulan untuk memastikan kebutuhan pokok warga terpenuhi.

"Air bersih disalurkan empat kali dalam sebulan untuk memenuhi kebutuhan pokok warga, seperti minum dan memasak. Penyaluran air telah dilakukan sejak awal Agustus dan gratis, tidak dipungut biaya," ujar Lilis.

Sejak awal Agustus hingga September 2026, BPBD Kebumen masih mengirim air ke sejumlah daerah berdasarkan laporan dan kondisi kebutuhan di lapangan. Setiap desa menerima jatah sesuai tingkat kekeringan yang dilaporkan.

Sumur Warga Mengering, Pasokan dari Pemerintah Jadi Andalan

Desa Clapar menggambarkan kondisi yang dialami banyak desa di Kebumen bagian utara. Ketersediaan air pada sumur maupun sumber air warga terus berkurang seiring berjalannya musim kemarau.

Sebagian masyarakat kini bergantung pada pasokan air dari pemerintah untuk kebutuhan sehari-hari. Tanpa kiriman tangki, warga harus mencari air ke lokasi yang lebih jauh dengan biaya sendiri.

Lilis Minta Warga Segera Lapor Sebelum Kondisi Memburuk

Bupati meminta warga dan pemerintah desa tidak menunggu kekeringan memburuk sebelum melaporkan kesulitan air. Laporan bisa disampaikan melalui perangkat desa atau kecamatan untuk diteruskan ke BPBD.

"Kalau ada warga yang kesulitan mendapatkan air bersih, segera dilaporkan melalui pemerintah desa atau kecamatan. Nanti akan diteruskan kepada BPBD untuk ditindaklanjuti sesuai kondisi di lapangan," katanya.

Distribusi air bersih akan terus berjalan selama musim kemarau berlangsung. BPBD Kebumen memantau perkembangan kondisi tiap wilayah untuk menentukan prioritas pengiriman berikutnya.

Follow jatenglink.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jateng.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks