Pencarian

Hasil Lab MBG Jepara Temukan Salmonella di Tumis Sayur, Air Cuci Melebihi Baku Mutu

Rabu, 23 September 2026 • 07:16:01 WIB
Hasil Lab MBG Jepara Temukan Salmonella di Tumis Sayur, Air Cuci Melebihi Baku Mutu
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara menyampaikan hasil pemeriksaan laboratorium sampel menu MBG.

JEPARA — Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Hesti Prihandari, menyatakan sampel makanan diambil pada 16 September 2026 untuk diperiksa di laboratorium kesehatan. Hasil pemeriksaan baru diterbitkan empat hari kemudian, 20 September 2026.

Sampel yang diuji meliputi nasi, chicken katsu, tumis sayur kol wortel, serta tahu goreng saus mentai. Dari pengujian itu, laboratorium menemukan lebih dari satu jenis cemaran mikroba pada menu MBG tersebut.

Bakteri Apa Saja yang Ditemukan di Menu MBG Jepara?

Bakteri Staphylococcus aureus dan jamur yeast and mold terdeteksi pada chicken katsu serta tumis sayur kol wortel. Bakteri Enterobacteriaceae ditemukan pada nasi dan tumis sayur kol wortel.

Pada tumis sayur kol wortel, laboratorium juga menemukan bakteri Salmonella sp. "Adanya bakteri Salmonella, kuman penyebab tipes," ujar Hesti.

Pemeriksaan tidak berhenti pada makanan. Air yang dipakai dalam proses pengolahan ikut diuji, dan hasilnya menunjukkan air bersih untuk mencuci mengandung coliform sebanyak 146 — melebihi baku mutu.

Sementara pada air minum, jumlah koloni terlalu banyak untuk dihitung. Hasil pemeriksaan mencatat total koloni lebih dari 200.

Gejala yang Dialami 17 Penerima Manfaat

Keluhan kesehatan muncul pada Rabu (16/9/2026), hari yang sama saat sampel diambil. Sebanyak 17 penerima manfaat SPPG Karangkebagusan melaporkan pusing dan sakit perut setelah menerima makanan MBG.

Ahli Gizi SPPG Karangkebagusan, Muhammad Hafizh Nugroho, merinci 17 orang itu terdiri dari 14 siswa dan tiga tenaga pendidik. "Yang mengalami gejala ada 17, guru 3, dan siswa 14. Rawat jalan," kata Hafizh.

Sebaran keluhan mencakup beberapa sekolah. Di SD Negeri Karangkebagusan, tiga siswa mengalami gejala serupa. Di SD Negeri Kauman, 11 siswa dan dua tenaga pendidik turut merasakan keluhan yang sama.

Seorang guru TK Pertiwi Jepara yang sempat mencicipi makanan juga mengaku pusing. Seluruh korban telah mendapat penanganan medis secara rawat jalan.

Dugaan Penyebab: Penyimpanan dan Kontaminasi Silang

Hesti menduga temuan bakteri tersebut berkaitan dengan penyimpanan bahan baku yang kurang baik. Kontaminasi silang saat proses packing makanan juga diduga menjadi salah satu penyebab.

Bakteri yang terdeteksi, menurutnya, dapat menimbulkan sejumlah gejala seperti sakit perut, mual, hingga diare. Salmonella sendiri dikenal sebagai kuman penyebab tipes.

Sidak SPPG di Jepara Berlangsung 14-26 September

Menyusul kejadian tersebut, Pemkab Jepara memerintahkan satgas kecamatan bersama dinas terkait melakukan inspeksi mendadak ke SPPG di wilayah Jepara. Sidak berlangsung mulai 14 hingga 26 September 2026.

Pemeriksaan menyasar sejumlah hal, mulai dari kondisi bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, hingga kebersihan di masing-masing SPPG. Hasil sidak menjadi dasar penanganan lanjutan bagi dapur-dapur penyedia MBG di Jepara.

Follow jatenglink.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: joglojateng.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks