PATI — Laporan kebakaran TPS Plosojenar diterima Satpol PP Pati sekitar pukul 10.00 WIB. Petugas langsung bergerak ke lokasi begitu laporan masuk dari warga.
Kabid Damkar dan Linmas Satpol PP Pati, Dwi Prasetyo, menyebut pihaknya mengerahkan armada dari beberapa titik sekaligus. Selain Pos Pati dan Pos Juwana, bantuan datang dari BPBD, DPUTR, AWC Polresta, relawan PG Trangkil, Garudafood, dan TNI.
13 Armada Dikerahkan dari Berbagai Pos
Dwi merinci jumlah armada yang terlibat dalam operasi pemadaman. Menurutnya, kekuatan yang dikerahkan tersebar dari tiga posisi utama.
"Kurang lebih ada 13 armada. Dari Pos Pati, Pos Juwana, armada 3 posisi di sana, dari BPBD, DPUTR, AWC Polresta, relawan PG Trangkil, Garudafood, TNI," terang Dwi.
Hingga laporan diterima, api masih belum bisa dijinakkan. Petugas masih berjibaku di lokasi bersama personel dari sejumlah OPD dan kepolisian.
"Sementara ini masih pemadaman. Anggota saya, Pos Juwana, Pos Pati ada di sana dengan beberapa OPD lain. Polresta. Tapi belum terselesaikan," ucapnya.
Angin Kencang dan Akses Sempit Jadi Kendala
Proses pemadaman menghadapi hambatan berarti. Faktor cuaca dan kondisi medan membuat petugas harus bekerja ekstra hati-hati.
"Kendalanya angin. Anginnya kenceng banget. Terus lokasi masuk mobil tempat kebakaran sulit karena sempit. Kita harus hati-hati arah anginnya," jelas Dwi.
Angin kencang mempercepat penyebaran api, sementara sampah yang menumpuk di TPS menjadi bahan bakar yang mudah terbakar. Kondisi ini memaksa petugas mengatur strategi penyemprotan agar api tidak menjalar ke permukiman sekitar.
Diduga Berasal dari Pembakaran Slamper Tebu
Dwi menyampaikan dugaan awal penyebab kebakaran berdasarkan keterangan warga setempat. Di sebelah TPS, ada aktivitas pembakaran daun tebu kering atau slamper.
"Informasi sementara dari warga setempat bahwasanya di sebelah TPS ada pembakaran slamper, masuk ke TPS, dan TPS terbakar," terangnya.
Api dari pembakaran slamper diduga menjalar dan membakar tumpukan sampah di dalam TPS. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa maupun kerugian material dari peristiwa tersebut.
Imbauan di Tengah Musim Kemarau Ekstrem
Satpol PP Pati mengimbau warga untuk tidak membakar sampah atau menyalakan api jika tidak diperlukan. Musim kemarau yang ekstrem membuat api cepat menyebar.
"Karena musim kemarau yang ekstrem sehingga menghidupkan api terus api cepat menyebar apalagi membakar sampah atau slamper tebu," pungkasnya.
Petugas masih melanjutkan proses pemadaman di lokasi. Warga di sekitar TPS Plosojenar diminta tetap waspada dan menjauh dari area kebakaran selama operasi berlangsung.