Pencarian

Stan Collymore: Tuchel dan Bellingham Bisa Jadi Ferguson-Keane Era Modern

Sabtu, 26 September 2026 • 22:16:02 WIB
Stan Collymore: Tuchel dan Bellingham Bisa Jadi Ferguson-Keane Era Modern
Stan Collymore menilai ketegangan Tuchel dan Bellingham berpotensi menguntungkan Inggris.

JAWA TENGAH — Mantan penyerang Timnas Inggris Stan Collymore menilai ketegangan antara Thomas Tuchel dan Jude Bellingham berpotensi menguntungkan The Three Lions. Ia membandingkan hubungan keduanya dengan kemitraan Sir Alex Ferguson dan Roy Keane di Manchester United yang terbukti melahirkan standar tinggi.

Collymore menilai keputusan Tuchel mencoret Bellingham dari skuad Inggris pada Oktober 2025 bukan sekadar hukuman, melainkan manajemen psikologis yang disengaja. Menurutnya, pelatih asal Jerman itu ingin memancing reaksi dari pemain Real Madrid tersebut sekaligus menegaskan bahwa kolektivitas lebih penting daripada nama besar.

Pandangan itu disampaikan Collymore dalam wawancara dengan FourFourTwo menjelang Piala Dunia musim panas. Ia menyoroti bagaimana Tuchel secara konsisten menekankan semangat kesatuan dan persaudaraan di dalam skuad, termasuk merangkul Jordan Henderson sebagai figur senior untuk membangun budaya tim.

Alasan Collymore Nilai Pencoretan Bellingham sebagai Psikologi Efektif

Collymore meyakini bahwa keputusan Tuchel meninggalkan Bellingham dari salah satu skuad awal Inggris menimbulkan efek kejut yang justru memicu ambisi sang pemain. Ia menilai reaksi internal Bellingham adalah tantangan untuk membuktikan diri di panggung terbesar.

"Tuchel dropping or threatening to leave Bellingham out beforehand likely rattled him – it was effective psychology," ujar Collymore.

"Jude's internal reaction was 'How dare they leave me out? Watch what I do in Mexico City and across this World Cup'," tambahnya.

Hasilnya terlihat di lapangan. Bellingham mencetak tujuh gol di Amerika Utara sepanjang turnamen dan menjadi bagian kunci perjalanan Inggris hingga babak semifinal.

Bellingham Diproyeksi Jadi Pemain Paling Vital Inggris Lima Tahun ke Depan

Collymore menilai dengan Harry Kane yang perlahan mengurangi perannya di tim nasional, Bellingham berpotensi menjadi pemain paling penting bagi Inggris dalam lima tahun mendatang. Kondisi itu membuat Tuchel dan Bellingham sama-sama membutuhkan satu sama lain.

Menurutnya, Tuchel perlu mencapai final mayor di kandang sendiri pada Euro berikutnya untuk mengamankan masa jabatannya dalam jangka panjang. Ketegangan yang sehat, kata Collymore, menjadi kunci untuk mendorong standar tinggi di dalam skuad.

"That type of psychological edge works as long as the tension remains constructive," ucap Collymore.

Ia lantas menyamakan dinamika Tuchel-Bellingham dengan hubungan Ferguson dan Keane di Manchester United. Ferguson dikenal kerap memprovokasi pemain bintangnya untuk menaikkan standar, sementara Keane merespons dengan kepemimpinan yang keras di ruang ganti.

Tuchel Dituding Lanjutkan Fondasi Southgate dengan Provokasi Terukur

Collymore menilai Tuchel mewarisi fondasi yang dibangun Gareth Southgate, lalu mendorongnya lebih jauh dengan memancing para pemain untuk meningkatkan level permainan. Pendekatan itu dianggapnya berhasil selama semua pihak berbagi ambisi yang sama.

"He demands total buy-in from the squad. Tuchel inherited Gareth Southgate's foundation and is pushing it further by provoking players to raise the bar," ujar Collymore.

"If everyone involved shares that level of ambition, England can win silverware," tutupnya.

Inggris sendiri menutup Piala Dunia musim panas dengan capaian semifinal, hasil yang menurut Collymore menunjukkan bahwa ketegangan konstruktif antara pelatih dan pemain bintang bisa menjadi fondasi untuk meraih trofi di turnamen berikutnya.

Follow jatenglink.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fourfourtwo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks