Pencarian

Wagub Jateng Taj Yasin Ajak 50 Finalis Young Coder World Cup Ciptakan Aplikasi AI untuk Pelayanan Publik

Senin, 28 September 2026 • 12:16:02 WIB
Wagub Jateng Taj Yasin Ajak 50 Finalis Young Coder World Cup Ciptakan Aplikasi AI untuk Pelayanan Publik
Wagub Jateng Taj Yasin menyapa peserta Young Coder World Cup 2026 di Semarang.

SEMARANG — Ajang yang digelar Timedoor Academy itu mengusung tema "AI for Daily Life". Puluhan anak muda memamerkan sekaligus melombakan berbagai aplikasi AI hasil karya mereka, dengan penekanan pada solusi digital yang praktis untuk tantangan keseharian.

Dari 250 pendaftar, hanya 50 peserta yang lolos tahap penyisihan. Mereka akan melanjutkan perjalanan ke rangkaian berikutnya hingga International Grand Final YCWC 2026.

AI Diarahkan ke Solusi Pelayanan Publik

Taj Yasin menilai teknologi AI dapat dikembangkan untuk membantu pemerintah melayani masyarakat secara lebih efisien. Ia menyoroti tiga hal yang bisa disentuh: kecepatan layanan, kemudahan akses, dan transparansi.

Karena itu, ia mengapresiasi YCWC 2026 yang memberi ruang bagi anak-anak untuk belajar sekaligus mengembangkan inovasi berbasis teknologi. Menurutnya, kegiatan serupa perlu terus diperbanyak dan dimasifkan.

Semakin banyak ruang bagi anak-anak untuk belajar coding dan AI, semakin besar peluang lahirnya inovator muda yang berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Wagub Yakini Talenta Jateng Bisa Bersaing di Tingkat Internasional

Kemampuan generasi muda Jawa Tengah di bidang teknologi, kata Taj Yasin, berpotensi bersaing di tingkat internasional. Pameran ini diharapkannya tidak berhenti sebagai ajang kompetisi.

"Saya berharap dengan adanya eksibisi kali ini akan mencetuskan atau menjaring anak-anak yang luar biasa dalam program, sehingga ini akan membuat kita tertawa bersama," ujarnya.

Ia melihat ajang ini sebagai momentum menjaring talenta muda yang mahir mengembangkan aplikasi dan program berbasis AI.

Kreativitas, Kolaborasi, Komunikasi Jadi Penilaian

Ketua Panitia YCWC 2026, Rahma Asyifa, mengatakan kompetisi ini tidak hanya menguji kemampuan teknis peserta dalam coding dan AI. Ada tiga kemampuan utama yang ingin dikembangkan: kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi.

Literasi digital juga menjadi bagian yang diperkuat lewat rangkaian lomba. Rahma menilai hal itu penting untuk membuktikan peran generasi muda sebagai penggerak inovasi.

"Ini untuk membuktikan bahwa generasi muda adalah pionir perubahan, yang memegang kunci inovasi masa depan di tingkat global," ujarnya.

Bagi peserta yang lolos, perjalanan masih panjang. Mereka akan bersaing lagi di babak berikutnya sebelum berangkat ke International Grand Final YCWC 2026.

Follow jatenglink.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: indoraya.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks