Pencarian

Netflix Pakai AI di 300 Judul, Sutradara The Outlaws Sebut Hemat 40%

Sabtu, 10 Oktober 2026 • 17:16:31 WIB
Netflix Pakai AI di 300 Judul, Sutradara The Outlaws Sebut Hemat 40%
Netflix mengungkap penggunaan AI pada sekitar 300 judul produksinya dalam panel di Busan International Film Festival.

JAWA TENGAH — Netflix mengungkap penggunaan kecerdasan buatan pada sekitar 300 judul produksinya, terungkap dalam panel di Busan International Film Festival. Sutradara The Outlaws, Kang Yoon-sung, menyebut alur kerja AI bisa memangkas 30% hingga 40% biaya produksi sebuah film. Pengakuan itu muncul bersamaan dengan penegasan bahwa sentuhan manusia tetap tak tergantikan dalam menyampaikan emosi ke penonton.

Lee Sung-gyun, senior director of APAC production Netflix, menyampaikan angka tersebut di hadapan penonton Busan International Film Festival. Ia berbagi panggung dengan Kang Yoon-sung dan Kimball Thurston, chief technology officer W?t? FX, dalam sesi bertajuk "Film Production and AI: New Tools, New Possibilities".

Sesi itu digelar atas kerja sama Netflix dan MPA, bagian dari program Creative Asia untuk talenta Asia yang sedang berkembang. Kritikus film Yun Sung-eun bertindak sebagai moderator.

Dari Previs hingga VFX: Cara Netflix Memakai AI

Lee menyebut AI telah dipakai Netflix di berbagai tahap produksi. Pemanfaatannya mencakup previs, desain produksi, perancangan konsep set-dressing, editorial, hingga VFX.

"Across around 300 Netflix titles, AI has actually been put to use in various ways," ujar Lee. "It's being used in previs, in production design, in working out set-dressing concepts ahead of time, in editorial, and of course in VFX."

Ia juga menayangkan reel dari Eyeline, studio VFX Netflix, soal pendekatan yang mereka sebut hybrid production. Pendekatan itu menggabungkan pengambilan gambar live-action, VFX, dan alat generatif.

Klip kedua memperlihatkan AI dan VFX bekerja bersama menghasilkan adegan kerumunan besar untuk judul Netflix India berjudul "Glory". Menurut Lee, dengan anggaran dan jadwal ketat, adegan semacam itu biasanya harus dibatalkan.

Kang Yoon-sung: AI Buka Kembali Proyek yang Gagal di Tahap Anggaran

Kang menyutradarai "Run to the West" bersama pembuat film AI Kwon Han-seul. Film itu tayang di bioskop Korea pada Oktober lalu dan dipromosikan sebagai film Korea pertama yang memakai AI di seluruh proses produksinya.

Saat menggarap film tersebut, Kang memakai AI sebagai pengganti CG. Ia mengakui teknologi AI kala itu masih sangat dasar.

"At the time, AI technology was at a really rudimentary, low level, so we mainly used it for compositing and making creatures," kata Kang. "And back then, even the creatures didn't blend well with the footage we'd shot."

Dalam setahun, kualitas AI melesat ke titik yang membuatnya layak dipakai secara komersial. Klip uji Kang untuk "The Gulf of Aden", film bertema operasi militer di laut, dibuat sepenuhnya dengan AI memakai perangkat lunak Kling asal China.

Klip uji itu dirender dengan kualitas rendah. Alat terkini, kata Kang, mampu menghasilkan 4K pada 10-bit color atau lebih tinggi, cukup untuk layar bioskop.

Hemat 40% dan Proyek yang Kembali Hidup

Saat ditanya soal biaya, Kang memberi hitungan konkret. "When we calculated how much we'd save on 'The Gulf of Aden' for fundraising, it came to an actual reduction of around 40%," ujarnya.

Penghematan itu bukan hanya dari penggantian CG dan VFX. Proses syuting jadi lebih sederhana, dan periode produksi keseluruhan ikut terpangkas.

Menurut Kang, AI membuat proyek yang sebelumnya kolaps di tahap anggaran kembali bisa dikerjakan. Pintu untuk film bergenre dan sci-fi pun terbuka, di saat industri Korea kesulitan bertumbuh.

Namun ia juga menyoroti sisi lain. Karena AI menangani banyak pekerjaan kreatif, diskusi, usaha, dan pengalaman banyak orang yang selama ini menopang pembuatan film jadi terpotong. Gambar yang dihasilkan hanya berangkat dari ide satu orang.

"So the quality of the footage AI makes is very high, but when it comes to delivering emotion and moving audiences, I think we're in a period where it has actually gotten worse," kata Kang.

Sentuhan Manusia yang Tetap Wajib

Lee mengaku sangat setuju dengan poin Kang. Sebagian hal kini muncul hanya dengan satu klik, tetapi soal menyampaikan emosi, manusia tetap harus menyentuhnya sekali lagi.

"I strongly agree that a human touch is absolutely essential," ujar Lee.

Thurston menyebut teknologi deep learning denoiser di balik Academy Scientific and Technical Award keduanya sebagai "assistive AI". Menurut dia, teknologi itu tidak diizinkan mengubah niat kreatif sama sekali.

"It touches pixels, but it only fixes them," katanya. W?t? disebut telah memakai machine learning setidaknya satu dekade, atau 20 hingga 25 tahun jika menghitung bentuk awal Massive, sistem yang mereka bangun untuk "The Lord of the Rings".

Thurston juga menandai celah akurasi warna. "If all your AI models have been trained on video images, you're not getting the right red for a Coca-Cola can," ujarnya. "You get Netflix red, but not Coca-Cola."

Soal kecepatan adopsi, Lee menyatakan Netflix bekerja di bawah pedoman internal yang ketat dan menguji alat baru sebelum memakainya. "If you're asking about speed, I'd like to say that we're not wildly obsessed with it," katanya.

Thurston menyebut W?t? sedang membangun alat open-source lewat Academy Software Foundation untuk melacak penggunaan dan provenance AI, dirancang terhubung dengan inisiatif seperti C2PA.

Pada isu keberlanjutan, Thurston mengatakan pusat data W?t? di Wellington, Selandia Baru, yang memakai pendinginan closed-loop, kini menarik "zero liters of water per year". Lee menambahkan Netflix meninjau keberlanjutan secara menyeluruh, termasuk target 2030 untuk memangkas emisi karbon, dan tidak mengkaji dampak AI secara terpisah.

Kang memperkirakan penggunaan AI akan bercabang dua arah. Bagi industri film Asia yang tengah mengejar efisiensi biaya, hitungan penghematan 40% itu jadi angka yang sulit diabaikan.

Follow jatenglink.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: variety.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks