LEBAKSIU — Warga Desa Kesuben tidak sekadar menyampaikan keluhan dalam forum Bupati Tilik Desa. Mereka menagih perhatian pemerintah terhadap sejumlah persoalan yang selama ini mengganggu aktivitas dan keselamatan masyarakat, mulai dari jalan utama yang rawan kecelakaan, sampah menumpuk, irigasi pertanian, hingga keamanan lingkungan.
Aspirasi itu mengemuka dalam kegiatan yang digelar Jumat (9/10/2026) malam. Forum tersebut menjadi ruang bagi warga menyampaikan persoalan langsung kepada pemerintah, termasuk kepada para kepala perangkat daerah dan pimpinan badan usaha milik daerah (BUMD).
Jalan Utama Kesuben Jadi Sorotan Warga
Persoalan keselamatan lalu lintas menjadi salah satu sorotan utama dalam dialog. Warga mengkhawatirkan padatnya arus kendaraan di jalan utama Kesuben dan sekitarnya yang meningkatkan risiko kecelakaan.
Kondisi itu dinilai membahayakan masyarakat yang hendak menyeberang jalan untuk beribadah maupun anak-anak yang berangkat ke sekolah. Warga berharap pemerintah tidak sekadar mendengar keluhan, tetapi juga mendorong langkah konkret agar aktivitas di sekitar jalan tersebut lebih aman.
Menanggapi hal itu, Amir menjelaskan bahwa penanganan jalan dan fasilitas pendukungnya harus disesuaikan dengan kewenangan masing-masing tingkatan pemerintahan. Apabila menjadi kewenangan pemerintah provinsi atau pusat, Pemkab Tegal akan membantu mengomunikasikan serta mendorong percepatan penanganannya.
Artinya, koordinasi lintas pemerintahan menjadi salah satu langkah yang diperlukan agar aspirasi warga tidak berhenti di meja dialog.
Sampah Menumpuk hingga Irigasi Pertanian Ikut Disorot
Persoalan lain yang mencuat adalah pengelolaan sampah. Keterbatasan sarana pengangkutan di tingkat desa membuat sampah berpotensi menumpuk dan mengganggu kenyamanan lingkungan.
Selain sampah, warga juga menyoroti kondisi irigasi pertanian dan keamanan lingkungan yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah. Berbagai usulan tersebut akan dicatat dan dikaji lebih lanjut oleh perangkat daerah terkait.
Usulan Mendesak Diprioritaskan Masuk Anggaran
Amir menegaskan bahwa usulan yang mendesak dan membutuhkan penanganan segera akan diupayakan masuk dalam anggaran daerah. Namun, tidak semua aspirasi bisa langsung direalisasikan.
Pemerintah Kabupaten Tegal akan mencatat, mengkaji, dan memilah setiap usulan berdasarkan kewenangan, skala prioritas, serta kemampuan keuangan daerah.
"Sebisa mungkin dianggarkan apabila memang sangat mendesak dan membutuhkan penanganan segera," tegas Amir.
Amir hadir mewakili Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman yang berhalangan hadir karena agenda lain di tempat berbeda. Meski demikian, forum tersebut tetap menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan persoalan secara langsung kepada pemerintah.