Pencarian

Liang Wenfeng, Jenius Matematika Pendiri DeepSeek Berharta Rp715,65 Triliun

Minggu, 11 Oktober 2026 • 09:48:31 WIB
Liang Wenfeng, Jenius Matematika Pendiri DeepSeek Berharta Rp715,65 Triliun
Pendiri DeepSeek, Liang Wenfeng, tercatat memiliki kekayaan US$40 miliar atau sekitar Rp715,65 triliun menurut Forbes.

JAWA TENGAH — Kekayaan pendiri DeepSeek, Liang Wenfeng, menembus US$40 miliar atau sekitar Rp715,65 triliun berdasarkan catatan Forbes. Posisi itu menempatkannya di peringkat ke-52 dalam Daftar Real Time Orang Terkaya di Dunia. Loncatan hartanya berpusat pada satu nama: DeepSeek, perusahaan AI yang ia dirikan pada 2023.

Pria kelahiran Zhanjiang, Guangdong, China, pada 1985 itu kini menjadi salah satu konglomerat teknologi paling berpengaruh di Negeri Tirai Bambu. Kedua orang tuanya berprofesi sebagai guru sekolah dasar. Jauh sebelum namanya melejit, Liang dikenal sebagai sosok jenius di bidang matematika oleh orang-orang di sekitarnya.

Perjalanan pendidikannya ditempuh di Universitas Zhejiang, mulai jenjang sarjana hingga magister. Bidang yang ia tekuni adalah teknik informasi elektronik dan komunikasi, dengan fokus pada visi komputer serta penerapan AI di berbagai sektor.

Dari Perdagangan Kuantitatif ke High-Flyer

Selepas lulus kuliah, Liang mendirikan sejumlah perusahaan yang menggabungkan AI dengan perdagangan kuantitatif. Pada 2013, ia mendirikan Hangzhou Yakebi Investment Management Co Ltd. Dua tahun berselang, bersama rekan-rekannya, ia membangun Hangzhou Huanfang Technology Co Ltd yang kemudian dikenal sebagai Zhejiang Jiuzhang Asset Management Co Ltd.

Langkahnya berlanjut pada 2016 ketika ia ikut mendirikan Ningbo High-Flyer Quantitative Investment Management Partnership, perusahaan yang mengandalkan matematika dan AI untuk berinvestasi. Tiga tahun kemudian, Liang mendirikan High-Flyer AI yang khusus meneliti algoritma AI dan aplikasinya. Perusahaan itu berhasil mengelola aset lebih dari 10 miliar yuan.

Titik Balik 2023 dan Lahirnya DeepSeek

Loncatan besar kekayaan Liang terjadi pada 2023 setelah ia mendirikan DeepSeek, perusahaan AI yang berfokus mengembangkan model AI canggih. Modal awal perusahaan berasal dari High-Flyer. DeepSeek kemudian dikenal sebagai pengembang model AI yang efisien dan hemat biaya karena dikembangkan dengan sumber daya lebih sedikit dibandingkan pesaing Barat.

Reputasi itu terbukti saat perusahaan merilis R1, model penalarannya yang menyaingi OpenAI o1. R1 bersifat open-source sehingga pengembang AI mana pun dapat menggunakannya. Mengutip CNN, perusahaan menyebut hanya menghabiskan US$5,6 juta untuk mendukung model dasar AI-nya, jauh lebih murah dibanding dana ratusan juta hingga miliaran dolar yang dikeluarkan perusahaan-perusahaan AS.

Pesaing ChatGPT hingga Valuasi US$52 Miliar

Kemampuan DeepSeek menempatkannya sebagai pesaing ChatGPT dari OpenAI, Gemini dari Google, dan AI terkemuka lainnya. Keberhasilan ini juga dipandang sebagai bukti China mampu mengembangkan model AI sendiri tanpa bergantung pada teknologi Barat.

Pada Juni lalu, DeepSeek menggalang US$7,4 miliar dalam putaran pendanaan dengan valuasi mencapai US$52 miliar. Angka itu memperkuat posisi DeepSeek di peta industri AI global sekaligus menopang nilai kekayaan pendirinya.

Bayangi Privasi dan Regulasi

Kesuksesan DeepSeek tidak lepas dari kontroversi. Beberapa ahli memperingatkan potensi risiko penggunaan platform AI ini, termasuk penyebaran misinformasi dan dugaan eksploitasi data oleh pemerintah China. Kekhawatiran lain menyangkut privasi data dan kepatuhan terhadap regulasi China di negara-negara Barat.

Bagi pelaku industri AI di Indonesia, kasus DeepSeek menunjukkan efisiensi biaya pengembangan bisa menjadi keunggulan bersaing, sekaligus pengingat bahwa aspek tata kelola data dan kepatuhan regulasi bakal jadi penentu penerimaan pasar di berbagai yurisdiksi.

Follow jatenglink.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks