JAWA TENGAH — Disparekraf DKI Jakarta mengajak pelaku wisata dari 14 negara menjelajahi Kota Tua, museum, jamu, dan kuliner heritage lewat Familiarization Trip JWITF. Rute ini dirancang memperlihatkan Jakarta sebagai destinasi bleisure, memadukan agenda MICE dengan wisata sejarah dan budaya. Kegiatan berlangsung Rabu (14/10/2026) sebagai bagian penguatan posisi Jakarta di pasar pariwisata global.
Delegasi Jakarta Wonderful Indonesia Travel Fair (JWITF) memulai perjalanan dari Kawasan Kota Tua, kawasan cagar budaya berarsitektur kolonial yang menjadi pintu masuk narasi sejarah Jakarta. Rombongan terdiri dari tour operator dan travel agent mancanegara dari Filipina, Tiongkok, Arab Saudi, Jepang, India, Yunani, Malaysia, Taiwan, Aljazair, Bangladesh, Nigeria, Korea Selatan, Kroasia, dan Thailand.
Jejak Sejarah di Kota Tua
Dua museum menjadi titik utama kunjungan: Museum Sejarah Jakarta dan Museum Wayang. Di kedua tempat itu, para delegasi menyerap narasi panjang perjalanan Jakarta dari masa ke masa, mulai dari era kolonial hingga perkembangan kota modern.
Kawasan Kota Tua dipilih bukan tanpa alasan. Sebagai cagar budaya, kawasan ini menyimpan bangunan-bangunan lama yang masih terawat dan menjadi latar visual kuat bagi wisatawan yang mencari pengalaman sejarah.
Belajar Jamu di Acaraki Kota Tua
Menjelang sore, delegasi diajak mengenal ramuan herbal tradisional Indonesia melalui sesi demo jamu di Acaraki Kota Tua. Antusiasme peserta terlihat saat mencicipi sajian jamu yang dikemas secara modern tanpa menghilangkan esensi warisan leluhur.
Sesi ini menjadi salah satu atraksi edukatif yang ditawarkan dalam rute famtrip. Wisatawan tidak hanya mencicipi, tetapi juga memahami proses dan nilai budaya di balik jamu sebagai warisan Nusantara.
Open Dining dan Kuliner Heritage
Rangkaian famtrip ditutup dengan agenda Open Dining of Jakarta di Tugu Kunstkring Paleis. Para tamu menikmati hidangan autentik khas Jakarta dan Nusantara dalam suasana hangat dan penuh keakraban.
Kuliner heritage menjadi penyeimbang setelah sesi kunjungan museum. Kombinasi sejarah, edukasi jamu, dan makan malam budaya ini memperlihatkan portofolio wisata Jakarta yang siap ditawarkan ke pasar mancanegara.
Jakarta sebagai Destinasi Bleisure
Kepala Disparekraf DKI Jakarta, Andhika Permata, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dari komitmen Jakarta untuk memperkuat daya saing global.
"Jakarta terus maju menuju Top 50 Global City. Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa di balik modernitas dan gedung-gedung pencakar langit yang menunjang kegiatan MICE, Jakarta menyimpan kekayaan sejarah, budaya, dan kehangatan tradisi yang menjadikan pengalaman berwisata (leisure) di kota ini sangat berkesan," ujar Andhika.
Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Disparekraf DKI Jakarta, Lucky Wulandari, menjelaskan bahwa penyusunan rute ini dirancang khusus untuk memperlihatkan fleksibilitas Jakarta sebagai destinasi bleisure.
"Kota Tua, museum, edukasi jamu, dan kuliner heritage adalah atraksi penyeimbang yang sempurna bagi wisatawan bisnis maupun leisure. Kami merancang rute ini agar para pelaku pariwisata dunia mendapatkan gambaran utuh tentang portofolio wisata yang siap ditawarkan Jakarta," kata Lucky.
Momentum Promosi ke Pasar Mancanegara
Ketua Sub Kelompok Pemasaran Luar Negeri Disparekraf DKI Jakarta, Ervienia Oryza, menambahkan bahwa kehadiran delegasi dari 14 negara ini merupakan momentum krusial untuk memperluas jangkauan promosi mancanegara.
"Pengalaman langsung (first-hand experience) yang dialami para delegasi adalah sarana promosi yang paling efektif. Kami optimis langkah ini menegaskan kesiapan DKI Jakarta untuk berdiri sejajar dengan kota-kota utama dunia—menjadikannya bukan hanya sebagai hub konektivitas dan bisnis, tetapi juga destinasi MICE dan leisure terdepan di kawasan regional dan internasional," tutupnya.
Bagi wisatawan yang ingin meniru rute famtrip ini, Kota Tua, Museum Sejarah Jakarta, Museum Wayang, Acaraki, dan Tugu Kunstkring Paleis berada dalam satu klaster di Jakarta Pusat yang bisa ditempuh dalam sehari. Informasi jam buka dan tiket terkini masing-masing atraksi dapat dikonfirmasi melalui kanal resmi Disparekraf DKI Jakarta atau pengelola masing-masing venue.