JAWA TENGAH — WWDC 2026, ajang tahunan pengembang Apple, akan dimulai pada Senin, 8 Juni, pukul 10.00 waktu Pasifik (00.00 WIB). Keynote utama digelar di Apple Park, Cupertino, California, dan bisa ditonton via Apple.com, Apple TV, atau YouTube. Ini menjadi edisi spesial karena Tim Cook disebut akan memandu acara untuk terakhir kalinya sebagai CEO.
Seperti tradisi, Apple akan memamerkan versi beta dari sistem operasi terbaru: iOS 27, iPadOS 27, macOS 27, watchOS 27, dan visionOS 27. Versi publik biasanya baru dirilis pada Juli mendatang. Siri disebut-sebut bakal mendapat perubahan besar, menjadikannya asisten virtual yang lebih kontekstual dan proaktif.
Pembaruan ini juga menjadi indikator awal fitur apa saja yang akan hadir di perangkat keras anyar seperti iPhone 18 dan iPhone Fold yang dikabarkan meluncur akhir tahun.
watchOS 27 dijadwalkan membawa pelacakan detak jantung yang lebih akurat, tampilan jam baru, dan efisiensi daya yang lebih baik. Namun, menurut laporan dari jurnalis CNET Vanessa Hand Orellana, pembaruan software saja tak akan cukup menutup celah baterai Apple Watch.
“Semakin banyak pengguna beralih ke Oura Ring dan Whoop band yang bisa dipakai berhari-hari hingga berminggu-minggu,” tulisnya. Untuk bersaing di ranah kesehatan holistik dan AI coach, Apple perlu memastikan perangkatnya bisa dipakai konsisten semalaman—waktu krusial untuk mengumpulkan data pemulihan.
Vision Pro, headset AR/VR seharga 3.499 dolar AS (sekitar Rp57,7 juta), masih jadi produk paling eksklusif di jajaran Apple. Namun, visionOS 27 disebut bisa menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensinya. Principal Writer CNET Scott Stein menyoroti satu hal yang janggal: Apple Watch belum terintegrasi penuh dengan Vision Pro.
“Apple Watch adalah panel kontrol di pergelangan tangan dengan pelacak gerakan. Ini bisa jadi antarmuka brilian untuk Vision Pro jika Apple mengizinkannya,” ujar Stein. Ia juga menambahkan bahwa iPhone, iPad, dan Watch masih terbatas koneksinya ke headset tersebut, hanya bisa casting layar via AirPlay.
Menjelang WWDC, CNET Group menggelar kontes Big Guessing Game di lima situsnya. Hasil putaran pertama menunjukkan 96 persen pembaca yakin John Ternus—calon CEO Apple berikutnya—akan tampil dalam keynote Senin besok. Hanya 4 persen yang meragukan hal tersebut.
Meski begitu, belum ada konfirmasi resmi apakah Ternus akan naik panggung. Keputusan ini dinilai penting sebagai sinyal transisi kepemimpinan di tengah perayaan 50 tahun Apple yang bertepatan dengan tahun terakhir Tim Cook.
Rumor pengembangan Vision Pro jilid berikutnya masih simpang siur. Beberapa sumber menyebut Apple lebih mungkin beralih ke kacamata AR (augmented reality) untuk bersaing dengan Meta dan Google, alih-alih meneruskan lini headset. Jika benar, langkah ini akan mengubah peta kompetisi perangkat wearable di pasar global, termasuk Indonesia yang mulai melirik segmen AR untuk produktivitas dan hiburan.
WWDC 2026 akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan dengan sesi teknis untuk pengembang. Bagi pengguna akhir, fokus utama tetaplah pada iOS 27 dan bagaimana Apple menjawab tantangan baterai serta integrasi antarperangkat yang selama ini dikeluhkan.