Wakil Ketua BKSAP DPR Terima Kunjungan Perdana Parlemen Bosnia, Bahas Perdagangan dan Industri Halal

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 12:00:01 WIB
Wakil Ketua BKSAP DPR RI menerima kunjungan perdana delegasi parlemen Bosnia Herzegovina di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta.

JAWA TENGAH — Kedua delegasi membahas sejumlah sektor strategis yang dinilai saling menguntungkan, mulai dari perdagangan komoditas, pendidikan, kepemudaan, hingga peningkatan arus wisatawan. Bramantyo menegaskan hubungan antar-parlemen menjadi fondasi untuk menerjemahkan kesepakatan politik menjadi kerja sama konkret bagi kesejahteraan kedua negara.

Undangan Balasan dan Target Perjanjian Dagang

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang Nusantara III tersebut, Bramantyo menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima undangan untuk melakukan kunjungan balasan langsung ke Bosnia Herzegovina. Ia menargetkan kunjungan tersebut dapat merealisasikan nota kesepahaman yang lebih formal.

"Tadi kami menerima undangan untuk hadir secara langsung di Bosnia Herzegovina dan harapannya dalam waktu dekat kita bisa hadir secara langsung serta memformalkan berbagai macam kerja sama yang lebih konkret lagi," ujar politisi Fraksi Partai Demokrat itu dalam keterangan resmi yang dikutip Parlementaria.

Industri Halal dan Sektor Pariwisata Jadi Prioritas

Bramantyo menyebut penguatan ekosistem industri halal menjadi salah satu fokus utama pembahasan. Bosnia dengan populasi mayoritas Muslim dipandang sebagai mitra potensial bagi produk halal Indonesia yang selama ini telah menembus pasar Eropa Timur.

"Kita mencoba memastikan industri halal terus diperkuat, terus yang kedua bagaimana meningkatkan wisatawan dari Bosnia menuju Indonesia termasuk juga dari Indonesia ke Bosnia, dan juga bicara soal bagaimana memperkuat free trade," jelasnya.

Peluang Ekspor Komoditas ke Eropa Timur

Menurut Bramantyo, Bosnia membutuhkan berbagai komoditas yang dapat dipasok Indonesia. Perjanjian dagang yang lebih kuat diharapkan membuka akses pasar baru bagi produk nasional sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi kedua negara.

"Tentunya Bosnia membutuhkan berbagai macam komoditi – komoditi yang bisa kita perjuangkan dari sisi Indonesia dan ini akan membawa keuntungan perekonomian serta kesejahteraan bagi kedua bangsa," pungkasnya.

Kunjungan ini menjadi penanda normalisasi hubungan bilateral setelah sebelumnya komunikasi antar kedua negara lebih banyak berjalan di forum multilateral. DPR RI berharap pertemuan serupa dapat digelar rutin untuk mengawal implementasi kerja sama yang telah disepakati di tingkat eksekutif.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: suarapemerintah.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top