BLORA — Konsultan pengawas proyek pematangan lahan, Sudibyo, menyatakan pekerjaan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Kontrak pekerjaan berlangsung 62 hari dan kini telah memasuki minggu keempat. Percepatan itu didorong banyaknya item timbunan serta ketersediaan armada pengangkut material di lapangan.
Volume Timbunan Capai 7.474,8 Meter Kubik
Pekerjaan tahap awal meliputi penyiapan lahan, timbunan, hingga pondasi. Total volume timbunan yang digunakan mencapai sekitar 7.474,8 meter kubik, dengan luas lahan yang disiapkan sekitar 7.200 meter persegi.
Material timbunan berupa grosok atau agregat setara kelas B. Material tersebut didatangkan dari wilayah Rembang dan telah mendapat persetujuan pemilik pekerjaan.
"Item utamanya memang timbunan. Ketika material tersedia, armada pengangkut juga bisa langsung bergabung sehingga pekerjaan di lapangan lebih cepat," jelas Sudibyo, Rabu (16/09/2026).
Material Diuji Bertahap Bersama Laboratorium UNY
Penimbunan dilakukan secara bertahap dalam dua lapisan dengan ketebalan masing-masing sekitar 30 hingga 50 sentimeter. Setiap lapisan dipadatkan dan menjalani pengujian kepadatan bersama tim laboratorium UNY.
Berdasarkan hasil sementara, material dan tingkat pemadatan dinyatakan memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. Sudibyo menegaskan material yang tidak sesuai ketentuan akan ditolak.
"Setiap layer dipadatkan kemudian dites. Hasil pengujian dari Lab UNY semuanya memenuhi, bahkan ada yang di atas spesifikasi," terangnya.
"Kalau material urukan tidak sesuai spesifikasi, pasti kami tolak," tegas Sudibyo.
Material Galian Pondasi Tidak Dipakai Ulang
Material hasil galian pondasi tidak digunakan kembali sebagai bahan timbunan. Material tersebut hanya diratakan di lokasi pekerjaan.
Hingga kini, pihaknya memastikan belum ditemukan material timbunan yang tidak sesuai pengajuan. Pengawasan akan terus dilakukan hingga seluruh pekerjaan penyiapan lahan rampung sesuai spesifikasi.
Pembangunan PSDKU UNY Blora menandai kehadiran perguruan tinggi negeri di wilayah barat Jawa Tengah. Penyiapan lahan menjadi fondasi awal sebelum pekerjaan struktur gedung kampus dimulai.