MAGELANG — Penyelenggaraan Borobudur 100 di Magelang tidak hanya mengajak masyarakat berolahraga, tetapi juga menggalang dana untuk anak-anak penyandang cerebral palsy. Sumarno menilai kepedulian sosial yang dihadirkan melalui event lari tersebut sebagai nilai penting yang layak diapresiasi.
Masyarakat diajak berlari sekaligus berkontribusi membantu anak-anak yang membutuhkan dukungan dalam perawatan dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Menurut Sumarno, anak-anak dengan cerebral palsy memerlukan dukungan di berbagai aspek, mulai dari perawatan hingga kebutuhan penunjang lainnya.
Sumarno menyebutkan bahwa dukungan bagi penyandang cerebral palsy mencakup beberapa kebutuhan spesifik. Hal itu disampaikannya saat peluncuran Borobudur 100 di Atrium Mall Artos Magelang.
"Untuk penanganan anak-anak kita ini butuh dukungan untuk perawatan, untuk pemberian makanan tambahan, juga mungkin untuk menuju tempat perawatan butuh kendaraan yang ramah disabilitas," jelasnya.
Ia menilai keterlibatan masyarakat melalui kegiatan sosial seperti Borobudur 100 dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut. Pemerintah, kata dia, memiliki peran dalam memberikan pelayanan, tetapi tidak seluruh persoalan sosial dapat ditangani sendiri oleh pemerintah.
"Tentu saja ini kami sangat support dan terima kasih. Karena itu semua sebenarnya juga bagian dari pemerintah. Namun demikian kita tidak semua mampu dari pemerintah untuk menangani masalah-masalah tersebut," katanya.
Project Director Borobudur 100 Fajar Ali Setyo Tirtonagoro mengatakan penyelenggara menargetkan 1.000 peserta. Event tersebut akan mempertandingkan kategori 100 kilometer, 50 kilometer, 25 kilometer, dan 5 kilometer pada 19-20 Desember 2026.
Setiap peserta kategori 100 kilometer, 50 kilometer, dan 25 kilometer diwajibkan mengumpulkan donasi minimal Rp 1 juta paling lambat 10 Desember 2026. Ketentuan itu menjadi salah satu syarat untuk mengikuti perlombaan.
Sumarno berharap Borobudur 100 tidak berhenti sebagai event olahraga semata. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan semangat gotong royong dan menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap sesama.
"Kami berharap event-event seperti ini juga akan memberi motivasi kepada masyarakat untuk peduli sesama," ujarnya.
Ia juga berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak berpartisipasi dalam kegiatan serupa. "Mudah-mudahan nanti juga menginspirasi masyarakat untuk lebih banyak berpartisipasi, lebih banyak peduli kepada saudara-saudara kita yang masih kurang beruntung," kata Sumarno.