SEMARANG — Bank Jateng Friendship Run 2026 digelar di Kota Semarang dengan 1.100 peserta menempuh rute 5 kilometer. Start dan finis dipusatkan di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, membawa pelari melewati kawasan pusat aktivitas kota. Kegiatan ini merupakan putaran kedua setelah sebelumnya digelar di Boyolali.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut Friendship Run sebagai momentum membangun suasana menjelang ajang utama di Magelang. Borobudur Marathon 2026 dijadwalkan berlangsung 15 November 2026 dan memasuki usia penyelenggaraan satu dekade.
Sepuluh UMKM Binaan Bank Jateng Ikut Tampil di Semarang
Sepuluh UMKM binaan Bank Jateng diberi ruang mengenalkan produk mereka kepada peserta dan pengunjung. Produk yang ditawarkan beragam, menghubungkan kegiatan olahraga dengan sektor ekonomi kreatif.
Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widiyatmoko mengatakan, keterlibatan UMKM merupakan bagian dari pembinaan agar pelaku usaha semakin siap menghadapi event skala lebih besar. Sepuluh UMKM yang tampil di Semarang telah melalui proses kurasi dari lima cabang Bank Jateng.
"Selain mendukung gaya hidup sehat, ajang ini juga dimanfaatkan untuk membuat pelaku usaha kecil bisa naik kelas dan terbiasa menyediakan untuk event lebih besar lagi," ujar Bambang.
Borobudur Marathon 2026 Targetkan 13.500 Pelari
Jumlah peserta Borobudur Marathon 2026 diperkirakan jauh lebih besar dari Friendship Run. Sekitar 13.500 pelari ditargetkan mengikuti lomba di Magelang tersebut. Jumlah itu membuka potensi pasar bagi pelaku usaha lokal, mulai dari kuliner, minuman, suvenir, hingga produk khas daerah.
Bambang menyebut aktivitas ekonomi sudah mulai terasa sebelum perlombaan utama berlangsung. Keterlibatan UMKM akan diperluas melalui Pawon dan Village Race yang menghadirkan makanan serta produk khas Magelang.
"Perputaran uang pada Borobudur Marathon, belum mulai saja sudah Rp100 miliar, apalagi kalau sudah mulai. Harapan kami pasti lebih tinggi dari tahun kemarin," katanya.
Luthfi Targetkan Peserta dari Lebih dari 58 Negara
Luthfi berharap partisipasi pelari dari berbagai negara semakin luas pada Borobudur Marathon 2026. Pada penyelenggaraan sebelumnya, peserta datang dari 58 negara.
"Harapan saya Borobudur Marathon nanti diikuti lebih banyak negara. Tahun kemarin ada 58 negara, diharapkan tahun ini melebihi tahun kemarin," jelasnya.
Ia menilai penyelenggaraan event besar dapat menjadi sarana memperluas aktivitas ekonomi masyarakat. Dampak serupa, menurut Luthfi, terlihat saat Jawa Tengah menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI 2026.
"Tidak hanya aspek olahraga, tetapi bagaimana meningkatkan ekonomi baru di wilayah kita melalui UMKM. Salah satu backbone ekonomi Jawa Tengah adalah UMKM," ujarnya.
Borobudur Marathon 2026 mengusung tema "Decade of Legacy". Setelah Semarang dan Boyolali, perhatian kini mengarah ke Magelang sebagai lokasi ajang utama.