Pencarian

KGPH Puger Desak Penyelamatan Warisan Budaya Keraton Solo Jadi Prioritas Utama Melampaui Suksesi

Minggu, 10 Mei 2026 • 19:13:02 WIB
KGPH Puger Desak Penyelamatan Warisan Budaya Keraton Solo Jadi Prioritas Utama Melampaui Suksesi
KGPH Puger menekankan sinergi internal Keraton dan pemerintah untuk penyelamatan warisan budaya Keraton Solo.

SOLO — KGPH Puger menekankan pentingnya sinergi antara internal Keraton Surakarta Hadiningrat dengan pemerintah untuk menjaga keberlangsungan benda cagar budaya. Langkah ini dinilai lebih mendesak dibandingkan terus berkutat pada konflik suksesi yang belum menemui titik terang dan berisiko mengabaikan kondisi fisik bangunan bersejarah.

Menurutnya, perangkat birokrasi yang sudah berjalan di dalam keraton harus diberdayakan secara maksimal. Hal ini mencakup pengelola museum, tim perawat pusaka, hingga sektor pariwisata yang selama ini menjadi wajah keraton di mata publik dan wisatawan mancanegara.

Sinergi Birokrasi Keraton dan Pemerintah dalam Revitalisasi

Gusti Puger menyarankan agar birokrasi keraton yang sudah ada dioptimalkan sebagai mitra kerja pemerintah. Pola kemitraan ini bertujuan agar proses pengerjaan teknis di lapangan, terutama terkait pemugaran dan perawatan bangunan, tetap selaras dengan pakem adat yang berlaku.

Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu memangkas hambatan administratif yang sering muncul saat pemerintah hendak menyalurkan bantuan perbaikan. Dengan posisi sebagai mitra kerja resmi, pengelola internal keraton memiliki tanggung jawab langsung dalam memastikan setiap pengerjaan tetap menjaga nilai historis.

"Singkirkan dulu masalah suksesi, fokus selamatkan warisan budaya," tegas Gusti Puger. Pesan ini menjadi sinyal kuat bahwa kondisi fisik bangunan dan koleksi sejarah keraton memerlukan perhatian segera sebelum mengalami kerusakan yang lebih parah akibat ontran-ontran yang berkepanjangan.

Optimalisasi Museum dan Pusaka Sebagai Fokus Kerja

Optimalisasi birokrasi ini mencakup koordinasi intensif antara pengelola aset dengan instansi terkait, baik dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Kota Surakarta. Fokus utama diarahkan pada tiga sektor krusial yang menjadi fondasi pelestarian keraton.

  • Pengelolaan Museum: Modernisasi sistem inventarisasi dan perawatan koleksi agar tetap layak menjadi sarana edukasi publik.
  • Perawatan Pusaka: Memastikan tim ahli internal memiliki akses dan dukungan teknis untuk merawat peninggalan leluhur secara rutin.
  • Sektor Pariwisata: Menata ulang alur kunjungan dan manajemen daya tarik wisata untuk mendukung ekonomi lokal tanpa merusak struktur bangunan.

Upaya ini diharapkan mampu meredam ketegangan internal sekaligus memastikan dana hibah atau anggaran revitalisasi dapat terserap secara tepat sasaran. Fokus pada pelestarian budaya dianggap sebagai jalan tengah untuk menjaga muruah keraton sebagai pusat peradaban Jawa.

Bagikan
Sumber: radarsolo.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks