SEMARANG — Live Project 2026 resmi melengkapi jajaran penampilnya dengan mengumumkan Sheila On 7 sebagai nama terakhir. Enam musisi lain yang sebelumnya sudah dikonfirmasi adalah Good Morning Everyone, Lomba Sihir, Kunto Aji, Mahalini, Afgan, dan The Changcuters, yang akan tampil pada 31 Oktober 2026 di Lanud Ahmad Yani Semarang.
Penyelenggaraan tahun ini berbeda dari edisi sebelumnya. Live Project 2026 berkolaborasi dengan NKSTHI (Nanti Kita Sambat Tentang Hari Ini) untuk menghadirkan konsep "Mens Sambat in Corpore Sano" sebagai ruang interaksi dan pelepasan stres bagi pengunjung di tengah rutinitas harian.
Konsep Sambat sebagai Terapi Pengunjung
Festival Director MHT Live, Adi Sudono Rahmat, mengatakan konsep tersebut lahir dari evaluasi penyelenggaraan Live Project sebelumnya. Masukan dari penonton tidak hanya menjadi catatan, melainkan diterjemahkan menjadi pembaruan dalam acara tahun ini.
"Kami sudah mendengarkan berbagai masukan dari penyelenggaraan sebelumnya. Tahun ini kami tidak hanya melakukan pembenahan secara operasional, tetapi juga menghadirkan pendekatan baru melalui 'Mens Sambat in Corpore Sano' agar pengalaman penonton terasa lebih relevan dan menyenangkan," kata Adi, Jumat, 14 Agustus 2026.
Kolaborasi dengan NKSTHI akan diwujudkan dalam berbagai instalasi visual dan penggunaan bahasa sehari-hari yang dekat dengan masyarakat. Pengunjung diajak berinteraksi dan menemukan berbagai bentuk "sambat" dalam perjalanan menuju area festival.
Pesan yang diusung sederhana: mengeluh atau bercerita tentang persoalan sehari-hari merupakan bagian wajar dari pengalaman manusia. "Sambat" tidak selalu dipandang negatif, tetapi bisa menjadi pintu untuk mengenali dan mengelola perasaan.
Aik dari NKSTHI mengatakan kolaborasi tersebut berangkat dari semangat yang sama, yakni menerima berbagai persoalan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari sembari mencari cara yang lebih menyenangkan untuk meresponsnya. "Dari situlah kami mencoba membawa sambat menjadi bagian dari pengalaman Live Project tahun ini," katanya.
Semarang dan Kedekatan Sheila On 7 dengan Penggemar
Bagi basis Sheila On 7, Adam Subarkah, Semarang memiliki kedekatan tersendiri karena karakter penontonnya yang hangat dan antusias. Ia menilai kota ini selalu menyambut baik setiap penampilan band yang digawangi Duta cs tersebut.
"Kami senang sekali bisa kembali konser di Semarang. Setiap tampil di kota ini selalu terasa spesial karena antusiasme penontonnya luar biasa. Semoga nanti di Live Project 2026 kami bisa bertemu lagi dengan teman-teman di Semarang dan membawa malam yang menyenangkan untuk semua," ujar Adam.
Adam berharap sambutan Sheila Gank di Semarang dan kota-kota sekitarnya akan sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Secara pribadi, ia menganggap Semarang jadi salah satu kota yang selalu menyambut Sheila On 7 dengan baik.
Pembenahan Teknis dan Target ke Depan
Di luar konsep kreatif, penyelenggara menargetkan peningkatan kualitas teknis dan operasional. Evaluasi dari penyelenggaraan sebelumnya diterjemahkan ke sejumlah aspek, mulai dari pengelolaan arus pengunjung, kenyamanan fasilitas, crowd management, hingga sistem penataan suara.
Adi menegaskan Live Project tidak ingin hanya berkembang dari sisi jumlah penonton maupun skala acara. Targetnya, festival tersebut juga semakin matang dalam memberikan pengalaman yang aman, nyaman, dan berkesan.
"Bagi kami, setiap evaluasi harus diterjemahkan menjadi langkah nyata, setiap masukan menjadi bagian dari pembelajaran. Serta setiap pembaruan menjadi bentuk komitmen kami untuk terus bertumbuh bersama audiens," ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan Adam. Menurut dia, Live Project memiliki peluang untuk berkembang menjadi agenda musik tahunan yang dinantikan masyarakat Semarang.
"Kami melihat Live Project punya potensi menjadi salah satu momen yang harus penonton nantikan setiap tahun. Harapannya, penonton bisa datang, menikmati konser dengan nyaman, dan pulang membawa pengalaman yang menyenangkan," katanya.