Pencarian

Sound Horeg Mendominasi Karnaval Sedekah Bumi di Pati, Anggota DPRD: Jangan Sampai Kesenian Tradisional Hilang

Rabu, 20 Mei 2026 • 12:49:23 WIB
Sound Horeg Mendominasi Karnaval Sedekah Bumi di Pati, Anggota DPRD: Jangan Sampai Kesenian Tradisional Hilang
Sound horeg mendominasi karnaval Sedekah Bumi di Pati sebagai bagian kreativitas pemuda.

PATI — Sekretaris Komisi A DPRD Pati Kastomo menyoroti fenomena sound horeg yang kini mendominasi setiap pergelaran karnaval budaya, termasuk tradisi sedekah bumi. Meski tidak melarang, politisi PKB ini mendorong anak muda tetap melestarikan kesenian asli daerah di tengah era globalisasi.

“Sekarang kan kesenian ini turun sejak adanya sound horeg. Untuk sound horeg kan pemerintah tidak melarang, bagaimanapun masyarakat khususnya pemuda-pemuda tanpa adanya keterlibatan pemerintah juga masih jalan,” kata Kastomo, Rabu (20/5/2026).

Kekompakan Pemuda Justru Tanpa Anggaran Pemerintah

Di balik kekhawatirannya, Kastomo mengapresiasi inisiatif para pemuda di Pati yang mampu menggalang dana secara mandiri untuk mengadakan sound horeg. Ia menilai semangat swadaya itu patut dicontoh, terutama karena berlangsung tanpa sumbangsih dari pemerintah daerah.

“Masyarakat pastinya mendukung, tetapi bagaimana keterlibatan pemerintah untuk di anggaran akan kami dorong,” tandasnya.

Sedekah Bumi sebagai Ajang Nguri-uri Budaya

Kastomo juga menyoroti partisipasi masyarakat secara umum dalam tradisi sedekah bumi. Menurutnya, antusiasme warga tetap tinggi meskipun tidak ada dukungan anggaran dari Pemkab Pati. Ia berjanji akan mendorong alokasi dana khusus untuk kegiatan budaya tersebut ke depan.

Ke depan, DPRD Pati berencana mengusulkan agar Pemkab Pati memasukkan anggaran untuk sedekah bumi dalam APBD. Langkah ini diharapkan bisa menjadi stimulus agar kesenian tradisional tetap eksis dan tidak tergerus oleh budaya populer yang lebih instan.

Antara Kreativitas Anak Muda dan Pelestarian Tradisi

Fenomena sound horeg di Pati menunjukkan adanya pergeseran selera di kalangan generasi muda. Di satu sisi, semangat gotong royong dan kreativitas mereka dalam mengorganisir acara patut diapresiasi. Namun, di sisi lain, dominasi musik keras berdecit itu dikhawatirkan menggeser kesenian tradisional yang sarat nilai filosofis.

Kastomo berharap anak muda Pati bisa menemukan titik temu antara kreativitas modern dan pelestarian budaya. “Jangan sampai sound horeg justru menjadi alasan generasi muda melupakan kesenian asli daerahnya,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: beritajateng.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks