SRAGEN — Proyek peningkatan Jalan Galeh–Ngrampal di Kabupaten Sragen kini masuk pengawasan ketat Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah. Wakil Ketua Komisi D, Joko Purnomo, menegaskan ruas ini punya peran strategis menunjang aktivitas masyarakat dan menggerakkan perekonomian daerah, khususnya di kawasan sentra pertanian.
“Peningkatan kualitas jalan akan membuka peluang tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru, terutama di wilayah berbasis pertanian,” kata Joko saat meninjau lokasi proyek, Selasa (4/8/2026).
Menghubungkan Lumbung Pangan Dua Kabupaten
Jalan Galeh–Ngrampal merupakan jalur alternatif vital yang menghubungkan Kecamatan Gesi dan Tanon di Sragen dengan Kecamatan Kradenan di Grobogan. Wilayah yang dilintasi ruas tersebut dikenal sebagai lumbung pangan dengan produksi utama padi, jagung, dan tebu.
Joko menilai perbaikan jalan akan memperlancar arus transportasi sekaligus memangkas waktu dan biaya distribusi. Dampaknya diharapkan mampu meningkatkan daya saing komoditas pertanian masyarakat setempat.
“Kalau akses jalannya semakin baik, distribusi hasil pertanian tentu lebih mudah. Ini berkaitan langsung dengan biaya angkut dan akses petani terhadap pasar,” ujarnya.
Anggaran Rp 6 Miliar untuk 700 Meter Jalan
Kepala Bidang Bina Marga DPU BMCK Provinsi Jateng, Temmy Purboyono, menjelaskan proyek ini merupakan penanganan jalan provinsi yang sebelumnya berstatus jalan kabupaten dan telah melalui alih kewenangan. Nilai kontraknya mencapai Rp 6.098.665.000 dengan masa pelaksanaan 180 hari kalender, terhitung 10 Juli hingga 31 Desember 2026.
Berdasarkan informasi Balai Wilayah Jalan (BWJ) Purwodadi, progres pekerjaan baru mencapai 0,39 persen. Pelaksanaan masih berada pada tahap awal berupa survei lapangan, penetapan batas pekerjaan, serta joint survey untuk menentukan area penanganan sebelum konstruksi fisik dimulai.
Konektivitas Menuju Exit Tol Sragen Timur
Selain mendukung distribusi hasil pertanian, Jalan Galeh–Ngrampal terhubung langsung dengan akses menuju Exit Tol Sragen Timur di kawasan Pungkruk. Infrastruktur yang lebih baik dinilai mampu memperkuat konektivitas antara kawasan produksi dengan jaringan transportasi yang lebih luas.
Dengan demikian, produk pertanian dari Sragen dan sekitarnya tidak hanya mudah didistribusikan ke wilayah sekitar, tetapi juga berpeluang menjangkau pasar regional hingga nasional.
Target Selesai Tepat Waktu, DPRD Ingatkan Kualitas
Anggota Komisi D DPRD Jateng, Siswanto, berharap seluruh tahapan proyek berjalan sesuai rencana dan pekerjaan rampung sebelum batas waktu yang ditetapkan.
“Kami berharap pekerjaan bisa selesai tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan Jalan Galeh–Ngrampal tidak hanya penting bagi warga sekitar, tetapi juga berdampak luas terhadap konektivitas Jalur Tengah Jawa Tengah. Dengan infrastruktur yang lebih baik, hubungan transportasi antara Sragen dan Grobogan diharapkan semakin lancar sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat terus berkembang.