KARANGANYAR — Aksi pencurian dengan sasaran gula pasir sebanyak 50 kilogram terjadi di sebuah toko kelontong di Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, pada Selasa (26/5/2026). Peristiwa itu terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) milik pemilik toko yang kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ngargoyoso.
Rekaman CCTV menunjukkan seorang pria tak dikenal masuk ke dalam toko saat suasana sepi. Pelaku terlihat langsung menuju area penyimpanan gula dan membawa kabur puluhan kilogram barang tersebut dalam beberapa kali perjalanan. Tidak ada kekerasan atau ancaman yang terekam, namun pelaku tampak sudah mengetahui tata letak toko.
Modus Pelaku: Beraksi Saat Toko Sepi Pengunjung
Menurut keterangan pihak kepolisian setempat, pelaku diduga memanfaatkan momen sepi pengunjung yang kerap terjadi di siang hari. Kawasan Kemuning yang merupakan jalur menuju objek wisata air terjun dan perkebunan teh memang relatif lengang pada jam kerja.
Pemilik toko baru menyadari kehilangan setelah hendak melayani pembeli yang meminta gula pasir. Saat diperiksa, stok gula yang disimpan di bagian belakang toko sudah berkurang drastis. Kerugian ditaksir mencapai angka jutaan rupiah mengingat harga gula pasir yang masih fluktuatif di pasaran.
Polisi Buru Pelaku, Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Kapolsek Ngargoyoso melalui Kanit Reskrim membenarkan adanya laporan pencurian tersebut. Pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan dengan memeriksa rekaman CCTV dan meminta keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi.
Identitas pelaku masih dalam pengejaran. Polisi mengimbau para pedagang di kawasan Kemuning dan sekitarnya untuk lebih waspada, terutama saat jam-jam sepi. Menyimpan barang dagangan di tempat yang lebih aman serta memastikan sistem pengawasan berfungsi baik menjadi langkah antisipasi yang disarankan.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi pelaku usaha di daerah wisata bahwa kelengahan sekecil apapun bisa dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi mengenai penangkapan tersangka.