KENDAL — Sebanyak 70 remaja terbaik Kabupaten Kendal resmi memulai Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaskibraka) Tahun 2026, Jumat (24/7/2026). Pembukaan berlangsung di Alun-alun Kendal, menandai dimulainya rangkaian persiapan pengibaran Sang Saka Merah Putih pada 17 Agustus mendatang.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, membuka langsung kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa para peserta adalah putra-putri terbaik yang telah melewati proses seleksi panjang dan ketat.
Sanksi Tegas: Tiga Kali Bolos, Gugur
Dalam sambutannya, Bupati Tika memberikan pesan yang tegas kepada seluruh peserta. Ia mengingatkan bahwa disiplin adalah harga mati dalam pusdiklat ini.
“Adik-adik adalah putra-putri terbaik Kabupaten Kendal yang telah melalui proses seleksi yang ketat. Saya berpesan agar mereka mengikuti pusdiklat ini dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Bupati juga memperingatkan konsekuensi serius bagi peserta yang melanggar aturan. “Peserta yang tiga kali tidak mengikuti latihan sesuai ketentuan dapat dinyatakan gugur,” tegasnya.
Jadwal Padat dan Fokus Pembinaan Fisik
Pusdiklat akan berlangsung mulai 24 Juli hingga 16 Agustus 2026. Setiap hari, para capaskibraka digembleng dari pukul 07.00 hingga 15.00 WIB.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kendal, Alfebian Yulando, menjelaskan materi pelatihan didominasi pembinaan fisik. “Pelatihan difokuskan pada fisik. Setelah itu dilanjutkan dengan latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan pemantapan,” jelasnya.
Pelatih berasal dari Kodim 0715/Kendal, Polres Kendal, dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI). Tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan setempat dan PMI juga disiagakan untuk memantau kondisi peserta.
Peserta Diminta Jaga Kebugaran, Jam Malam Pukul 21.00
Alfebian Yulando juga mengingatkan para capaskibraka untuk menjaga pola hidup sehat dan disiplin selama masa pelatihan. Ia memberikan arahan spesifik terkait jam istirahat.
“Jam 21.00 sudah harus tidur, hindari pergaulan yang tidak perlu, selalu berdoa, patuh kepada orang tua dan pelatih, serta utamakan keselamatan,” tegasnya.
Bupati Tika menambahkan, menjaga kesehatan adalah kunci utama agar bisa menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan. “Jaga kesehatan, istirahat yang cukup agar bisa mengikuti seluruh rangkaian pelatihan sampai selesai,” pesannya.
Satu Peserta Digantikan Akibat Kecelakaan
Proses seleksi capaskibraka tahun ini tidak berjalan mulus. Satu peserta terpaksa digantikan karena mengalami kecelakaan dan tidak dapat melanjutkan ke tahap pusdiklat. Posisinya kemudian diisi oleh peserta dengan peringkat seleksi berikutnya.
Salah satu peserta yang lolos, Muhammad Ulil Albab dari SMAN 1 Boja, mengaku telah mempersiapkan diri jauh-jauh hari. “Saya menjaga fisik dan mental dengan menerapkan pola hidup sehat, tidur yang cukup agar bisa mengikuti latihan dengan maksimal. Sebelumnya kami juga rutin melakukan pembinaan fisik secara mandiri,” ungkapnya.