JAWA TENGAH — Penjualan batu bara PTBA pada paruh pertama tahun ini didominasi oleh pasar domestik. Hingga Juni 2026, penjualan dalam negeri tercatat 10,77 juta ton atau sekitar 51 persen dari total penjualan. Sisanya, sebanyak 10,33 juta ton, dikirim ke pasar ekspor. Angka ekspor ini meningkat sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Permintaan dari luar negeri tetap kuat, terutama dari Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand. Meski begitu, Bambang menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan pasar dalam negeri tetap menjadi prioritas utama perseroan, termasuk untuk mendukung ketahanan energi nasional. Salah satu buktinya, penjualan kepada Grup PLN mencapai 7,78 juta ton selama semester I 2026.
Infrastruktur Logistik dan Efisiensi Operasional
Dari sisi distribusi, PTBA berhasil mengangkut 18,15 juta ton batu bara hingga akhir Juni. Sebanyak 17,47 juta ton di antaranya diangkut melalui jalur kereta api. Bambang menilai infrastruktur logistik yang andal menjadi kunci kelancaran distribusi batu bara perseroan.
Untuk menjaga efektivitas penambangan, PTBA terus menerapkan selective mining. Hingga semester I 2026, rasio pengupasan lapisan tanah (stripping ratio) tercatat 5,26 kali, masih dalam kisaran target tahunan perseroan sebesar 5,63 kali. Angka ini menunjukkan efisiensi operasional yang terjaga di tengah dinamika industri.
Belanja Modal untuk Proyek Strategis
PTBA juga terus merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) untuk mendukung keberlanjutan operasional dan pengembangan usaha. Dana tersebut dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur logistik, termasuk proyek angkutan batu bara Tanjung Enim–Kramasan serta pembangunan Inpit Conveyor Banko. Proyek-proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja operasional perseroan secara berkelanjutan.
“Memasuki Semester II 2026, PTBA akan terus memperkuat keandalan operasional, menjaga efisiensi biaya, mengoptimalkan pasar domestik maupun ekspor, serta melanjutkan berbagai proyek strategis guna mendukung pertumbuhan Perseroan secara berkelanjutan di tengah dinamika industri batu bara global,” ujar Bambang dalam keterangan resminya, Jumat (24/7).
Dengan realisasi penjualan yang melampaui produksi, PTBA menunjukkan kemampuannya dalam mengelola rantai pasok dan memenuhi permintaan pasar. Komitmen terhadap DMO yang tinggi juga memperkuat peran perseroan dalam menjaga pasokan energi nasional, sembari tetap mengoptimalkan peluang di pasar internasional.