JAWA TENGAH — Berdasarkan hasil analisis BMKG, episenter gempa berada di koordinat 10,16o LS dan 123,77o BT — sekitar 18 kilometer timur laut Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, dengan kedalaman 44 kilometer. Gempa terjadi tepat pukul 17.57.43 WITA.
Getaran Skala V MMI di Empat Wilayah, Warga Mengungsi Mandiri
Menurut peta tingkat guncangan atau shakemap yang dirilis BMKG, getaran paling kuat dirasakan di Kecamatan Sulamu, Fatuleu Barat, Kupang Timur, dan Kota Oelamasi. Pada skala V MMI, getaran dirasakan hampir seluruh penduduk dan menyebabkan benda-benda ringan bergeser atau jatuh. Sebagian warga memilih keluar rumah untuk menyelamatkan diri begitu guncangan terasa.
Belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa dari BPBD setempat. Namun, informasi awal dari warga menyebutkan beberapa plafon rumah retak di wilayah Sulamu.
Hasil Pemodelan: Tidak Ada Potensi Tsunami
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menjelaskan bahwa hasil pemodelan tsunami menunjukkan gempa tidak memicu gelombang pasang. "Masyarakat diminta tidak panik dan tidak mempercayai informasi yang belum terverifikasi," ujarnya dalam siaran pers, Minggu malam.
BMKG mengklasifikasikan gempa ini sebagai gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi. Analisis mekanisme sumber menunjukkan patahan yang bekerja merupakan thrust fault atau sesar naik. Jenis patahan ini biasa menghasilkan guncangan vertikal yang intens di sekitar episenter.
Imbauan BMKG: Hindari Bangunan Retak, Waspada Gempa Susulan
BMKG mengimbau warga di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan menghindari bangunan yang sudah retak akibat guncangan. "Pastikan rumah aman sebelum kembali masuk. Gempa susulan berkekuatan lebih kecil masih mungkin terjadi," tambah Arief.
Hingga pukul 19.00 WITA, BMKG mencatat satu kali gempa susulan berkekuatan magnitudo 2,9 yang tidak dirasakan warga. Masyarakat diingatkan untuk merujuk hanya pada informasi resmi dari BMKG dan tidak menyebarkan video atau berita hoaks seputar tsunami.