KENDAL — Pemerintah Kabupaten Kendal menggandeng Alfamart dalam pelatihan Manajemen Ritel dan Kurasi Produk UMKM yang digelar di Gedung Abdi Praja Setda Kendal, Selasa (26/5). Kegiatan yang diinisiasi Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM ini menjadi jembatan bagi pelaku usaha kecil untuk menembus pasar modern yang selama ini sulit diakses.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari yang akrab disapa Bupati Tika hadir langsung dalam acara tersebut. Ia menaruh harapan besar pada momen kurasi ini.
“Ini sangat bermanfaat sekali bagi UMKM di Kendal untuk mendapatkan ilmu baru sekaligus kurasi. Hari ini ada 50 produk yang dikurasi semoga saja bisa lolos dan mendapatkan kesempatan untuk bermitra dengan ritel modern,” ujarnya.
Produk Lokal Kendal Dinilai Siap Bersaing
Bupati Tika menilai banyak produk UMKM di daerahnya yang sudah memiliki kualitas setara produk nasional. Hanya saja, selama ini terkendala akses pemasaran dan standarisasi kemasan yang diminta ritel modern.
“Sehingga melalui kerjasama dengan pihak ritel modern juga menjadi upaya promosi, karena kita ketahui produk para UMKM Kendal ini juga cukup bagus. Harapannya materi yang didapat dari pelatihan ini dapat diaplikasikan para pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk mereka,” lanjut Bupati Tika.
Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan satu arah. Para peserta mendapatkan materi tentang manajemen ritel, labelisasi, hingga cara membaca kebutuhan pasar modern. Setelah itu, produk mereka langsung dikurasi oleh tim dari Alfamart.
Target Awal: 20 Produk Tembus Ritel Modern
Sekretaris Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disdagkop UKM) Kabupaten Kendal, Sutadi, menyebutkan target awal yang realistis. Dari 50 produk yang dikurasi, pihaknya menargetkan sekitar 20 produk bisa lolos seleksi.
“Harapannya produk UMKM Kendal yang dikurasi bisa masuk ke jaringan ritel Alfamart. Saat masih sekitar 20 produk yang masuk,” katanya.
Angka ini menunjukkan bahwa standar ritel modern cukup ketat. Tidak semua produk rumahan bisa langsung diterima. Diperlukan penyesuaian pada aspek legalitas, kemasan, dan masa simpan produk.
Peluang Pasar: 481 Gerai di Semarang Raya
Perwakilan Alfamart, Abdi Sulistiyanto, menjelaskan komitmen perusahaannya dalam mendampingi UMKM lokal. Bagi produk yang dinyatakan lolos kurasi, pemasarannya tidak terbatas pada satu toko saja.
“Ketika produk mereka lolos kurasi, nanti kami akan bantu pemasaran UMKM yang selama ini belum luas. Ketika satu produk sudah di ACC manajemen maka bisa dipasarkan di seluruh gerai di cabang Semarang yang ada sekitar 481 toko,” pungkasnya.
Jumlah gerai sebanyak itu menjadi motivasi besar bagi pelaku UMKM Kendal. Jika berhasil, produk camilan, minuman, atau kerajinan khas Kendal bisa ditemukan di rak-rak minimarket di berbagai kota di Jawa Tengah.
Mengapa Akses ke Ritel Modern Penting bagi UMKM?
Masuk ke ritel modern seperti Alfamart bukan sekadar soal tempat jualan. Bagi UMKM, ini adalah batu loncatan untuk mendapatkan sertifikasi produk, standarisasi kemasan, dan sistem distribusi yang teratur. Tanpa itu, produk lokal sulit bersaing di pasar yang lebih luas.
Pemkab Kendal sendiri terus mendorong program pendampingan serupa. Kolaborasi dengan swasta seperti ini dinilai lebih efektif ketimbang UMKM berjuang sendiri memenuhi persyaratan administrasi dan teknis yang diminta ritel modern.